SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Muhammad Yusran Lalogau, kembali diberi kepercayaan memimpin Ikatan Alumni (IKA) Perikanan Universitas Hasanuddin. Ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum untuk masa bakti 2025–2029 dalam pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) V IKA Perikanan Unhas yang digelar di Gedung Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Unhas, pada Sabtu malam, 2 Mei 2026.

Penetapan ini menjadi simbol kuatnya solidaritas lintas generasi di kalangan alumni. Perwakilan yang hadir dari berbagai angkatan, mulai dari tahun 1980-an, 1990-an, hingga tahun 2000-an, menyatakan kesepakatan bulat untuk kembali memberikan amanah kepemimpinan kepada Yusran agar dapat melanjutkan program dan roda organisasi yang telah dibangun.

“Seluruh perwakilan angkatan yang hadir dalam musyawarah sepakat bulat menunjuk Yusran Lalogau untuk kembali memimpin IKA Perikanan Unhas,” ujar Mursalim selaku pemimpin sidang dalam acara tersebut.

Lebih lanjut, Mursalim berharap di bawah kepemimpinan Yusran, IKA Perikanan Unhas dapat tumbuh menjadi organisasi yang semakin inklusif dan mampu menggerakkan berbagai potensi yang dimiliki oleh para alumni di beragam bidang keahlian. Ia menilai bahwa keberadaan organisasi alumni tidak hanya berfungsi sebagai wadah silaturahmi semata, tetapi harus tumbuh menjadi kekuatan kolektif yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan kampus maupun masyarakat luas.

Guna menunjang efektivitas kinerja organisasi ke depannya, Yusran nantinya akan didampingi oleh seorang Ketua Harian yang bertugas khusus mengoordinasikan pelaksanaan program-program kerja strategis.

Dalam sambutannya, Yusran menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas kepercayaan besar yang kembali diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa kolaborasi yang erat antaralumni dari berbagai angkatan menjadi kunci utama untuk mendorong kemajuan sektor perikanan di tingkat nasional.

“Terima kasih sebesar-besarnya atas kepercayaan dan kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini. Mari kita bergandengan tangan, bersatu padu untuk memajukan sektor perikanan Indonesia ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Alumni angkatan 2010 ini juga menekankan bahwa organisasi IKA harus tumbuh menjadi ruang silaturahmi yang hidup dinamis dan menjadi tempat bertemunya gagasan cemerlang, pemikiran baru, serta pengalaman berharga dari para alumni yang memiliki latar belakang profesi beragam.

Namun, lebih dari sekadar wadah pertemuan, Yusran menginginkan agar organisasi ini mampu memberikan dampak nyata dan manfaat yang terasa langsung, terutama bagi para mahasiswa yang saat ini masih menempuh pendidikan di almamater tercinta.

Yusran mengungkapkan, saat dirinya masih berstatus sebagai mahasiswa, ia telah menyaksikan secara langsung perjuangan yang berat dari rekan-rekannya yang harus berjuang keras secara ekonomi agar tetap dapat melanjutkan studi hingga tamat. Pengalaman inilah yang mendasari pemikirannya agar IKA hadir tidak hanya sebagai simbol kebersamaan, tetapi sebagai penyelesaian masalah yang dihadapi adik-adik mahasiswa.

“Keberadaan IKA harus mampu merasakan apa yang menjadi kesulitan adik-adik mahasiswa dan sekaligus memberikan solusi atas permasalahan tersebut. Saya sangat mendukung dan sepakat dengan gagasan pembentukan dana abadi yang bersumber dari sumbangan para alumni,” tegasnya.

Gagasan pembentukan dana abadi ini diharapkan menjadi langkah konkret dan strategis untuk membantu meringankan beban mahasiswa yang berasal dari kalangan kurang mampu, sekaligus membangun keberlanjutan dukungan dari para alumni terhadap kemajuan almamater.

Sementara itu, pelaksanaan Mubes V IKA Perikanan Unhas berlangsung dengan suasana yang meriah dan penuh keakraban. Berbagai kegiatan dikemas untuk semakin mempererat jaringan persaudaraan antarlulusan, mulai dari pertandingan domino dan futsal, kuliah umum yang menghadirkan narasumber dari kalangan alumni, acara ramah tamah, jalan santai, hingga forum temu bisnis bagi para alumni yang bergerak di sektor wirausaha.

Momen penting ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi dan pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kekuatan utama alumni terletak pada kebersamaan dan komitmen yang tulus kepada almamater, para mahasiswa, maupun demi masa depan sektor perikanan Indonesia yang lebih gemilang.