SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Finance for Non Finance resmi dibuka oleh General Manager Sumber Daya Manusia & GRC PT Semen Tonasa, Muhammad Akhdharisa SJ, di Gedung Diklat PT Semen Tonasa, Rabu (20/5).
Pelatihan ini digelar dengan semangat menanamkan pemahaman bahwa aspek keuangan bukanlah semata-mata tanggung jawab unit keuangan saja, melainkan bagian krusial dari setiap aktivitas kerja di seluruh unit organisasi perusahaan.
Dalam sambutan pembukaannya, Muhammad Akhdharisa SJ mengajak seluruh peserta untuk menghilangkan rasa cemas atau keraguan saat berhadapan dengan angka dan laporan keuangan. Ia menegaskan, tujuan utama pelatihan ini bukanlah untuk menjadikan peserta sebagai seorang akuntan atau ahli keuangan, melainkan membekali mereka dengan kemampuan memahami bahasa bisnis yang menjadi landasan dalam setiap pengambilan keputusan strategis perusahaan.
“Angka keuangan adalah bahasa bisnis internasional. Ketika seluruh unit kerja memahami dasar-dasar finansial, komunikasi antardivisi akan menjadi lebih efektif, dan setiap keputusan yang diambil akan lebih tepat sasaran serta selaras dengan tujuan perusahaan,” ujar Muhammad Akhdharisa SJ di hadapan para peserta diklat yang hadir.
Peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan para pegawai yang berasal dari berbagai bidang kerja, mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM), pemasaran, operasional, hingga bagian produksi. Melalui materi yang disampaikan, mereka dibekali pemahaman bahwa setiap aktivitas yang dilakukan dalam pekerjaannya memiliki dampak langsung terhadap kondisi finansial perusahaan. Setiap keputusan operasional yang diambil memiliki kaitan erat dengan aspek biaya, pendapatan, tingkat efisiensi, hingga profitabilitas organisasi secara keseluruhan.
Pada kesempatan tersebut, materi pelatihan disampaikan langsung oleh Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & Umum PT Semen Tonasa, Sulaiha Muhyiddin, selaku pemateri utama. Dalam sesi pembelajaran, peserta dibekali kemampuan teknis mulai dari cara membaca, memahami, hingga menganalisis laporan keuangan dasar, seperti Income Statement (Laporan Laba Rugi), Balance Sheet (Neraca Keuangan), dan Cash Flow (Arus Kas).
Selain itu, peserta juga diarahkan agar mampu menyusun perencanaan anggaran yang lebih efektif dan efisien di unit kerja masing-masing, serta meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan yang berbasis pada data dan fakta keuangan.
Sulaiha Muhyiddin mengungkapkan bahwa literasi keuangan di industri semen tidak sekadar tentang memahami deretan angka di atas kertas, melainkan memahami bagaimana setiap keputusan yang diambil di lini produksi maupun di bagian penjualan berdampak besar pada keberlanjutan bisnis perusahaan.
“Sebagai bagian dari rantai produksi yang berjalan secara masif, pemahaman ini memungkinkan kita untuk bertindak lebih efisien, meminimalkan segala bentuk pemborosan, serta memastikan setiap sumber daya yang digunakan mampu memberikan nilai tambah yang maksimal bagi perusahaan,” ungkap Sulaiha.
Pelatihan berlangsung dalam suasana yang interaktif, terbuka, dan komunikatif. Para peserta didorong untuk aktif berdiskusi, bertukar pikiran, serta membawa studi kasus nyata yang mereka temui di lingkungan kerja masing-masing. Metode ini dipilih agar materi yang diperoleh menjadi lebih aplikatif, mudah dipahami, dan langsung dapat diterapkan dalam tugas sehari-hari.
Melalui penyelenggaraan diklat ini, diharapkan seluruh peserta memiliki pemahaman finansial yang lebih baik dan menyeluruh. Hal ini dinilai penting agar setiap pegawai mampu berkontribusi aktif dalam menciptakan efisiensi kerja, meningkatkan kinerja bisnis, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih strategis di lingkungan kerjanya masing-masing demi kemajuan perusahaan.


Tinggalkan Balasan