SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) kembali melaksanakan kegiatan strategis Pengukuran Indeks Kinerja Organisasi (IKO) Tahun 2025.

Kegiatan ini dihadiri 21 organisasi kemasyarakatan (Ormas) serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang aktif berkolaborasi dengan pemerintah daerah, berlangsung di Aula Perpustakaan Daerah Kabupaten Pangkep, Selasa (25/11/2025).

Kepala Kesbangpol Pangkep, Irdas, membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pengukuran IKO sebagai langkah memperkuat kualitas tata kelola organisasi.

“Pengukuran IKO ini bukan sekadar formalitas, tetapi langkah nyata untuk melakukan introspeksi dan perbaikan berkelanjutan. Indeks Kinerja Organisasi adalah alat objektif untuk menilai efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas organisasi,” katanya.

“Melalui lima domain utama, yaitu kapasitas, efisiensi, relevansi, keberlanjutan, dan ketahanan, kita dapat melihat kekuatan dan kelemahan organisasi secara jelas,” tambah Irdas.

Dia juga mengungkapkan, hasil pengukuran tahun ini diharapkan menjadi dasar peningkatan kualitas kerja organisasi, sehingga lebih adaptif, profesional, dan responsif terhadap dinamika sosial di Kabupaten Pangkep.

Menurut Irdas, IKO bukan hanya menilai angka capaian semata, tetapi juga membantu organisasi memahami area yang perlu diperbaiki, memperkuat tata kelola, dan meningkatkan profesionalitas dalam menjalankan peran di masyarakat.

“Hasil akhir pengukuran IKO 2025 akan menjadi acuan dalam penguatan kelembagaan Ormas, penyusunan program pembinaan dan fasilitasi, penilaian kualitas kinerja organisasi, serta peningkatan efektivitas kemitraan antara Ormas dan pemerintah daerah,” pungkasnya.

Irdas juga berharap Ormas dan LSM di Pangkep dapat terus berkembang, memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sosial, dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang lebih produktif dan berdaya.

Sekadar diketahui, kegiatan ini merupakan pelaksanaan keempat sejak 2022, dengan skema Swakelola Tipe 3, dan menggandeng Lembaga Demokrasi Celebes (LDC) sebagai mitra teknis pengukuran. Tim LDC, dibantu fasilitator Junardi Jufri, memfasilitasi seluruh proses mulai dari pengumpulan data, verifikasi, pendampingan responden, hingga analisis capaian kinerja organisasi peserta. (*)