SimpulRakyat.co.id, Makassar – Pencarian terhadap kapal ambulans yang dilaporkan hilang kontak di perairan Kabupaten Pangkep sejak Senin (13/10/2025) belum membuahkan hasil. Hingga Kamis (16/10/2025) malam, tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal tersebut.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Andi Sultan, mengatakan pencarian hari kedua dengan menggunakan KN SAR Kamajaya belum menunjukkan hasil. Tim telah menyisir jalur pelayaran serta sejumlah pulau di sekitar lokasi terakhir kapal diketahui berlayar.
“Tadi kita sudah melakukan pencarian di sebelah barat jalur dan mengecek beberapa pulau di sekitar, tapi masih nihil,” ujar Andi Sultan saat dikonfirmasi, Kamis malam.
Pencarian dilakukan dengan dua pendekatan, yakni menyusuri jalur pelayaran kapal dan memperkirakan arah arus laut jika kapal mengalami mati mesin. Tim menduga kapal bisa saja terbawa arus ke wilayah barat.
“Kalau kapal mati mesin, kemungkinan besar mengikuti arus ke barat. Kita sudah sisir ke arah sana, tapi masih belum ada hasil,” tambahnya.
Dalam proses pencarian, tim SAR juga berkoordinasi dengan aparat di provinsi lain yang wilayahnya berbatasan dengan Selat Makassar. Polairud bahkan telah menghubungi sejumlah pos di pulau-pulau sekitar wilayah Nusa Tenggara Timur untuk memastikan tidak ada laporan temuan kapal serupa.
“Teman-teman Polairud juga konfirmasi ke pos-pos yang ada di NTT. Mereka di kapal Kamajaya juga sudah menelpon ke pos-pos di pulau-pulau tersebut,” kata Andi Sultan.
Karena belum ada hasil, operasi pencarian dilanjutkan pada Jumat (17/10/2025) pagi. Pencarian dihentikan sementara pada malam hari karena kondisi cuaca dan jarak pandang yang terbatas.
“Kalau malam jarak pandang kurang bagus, cuaca juga tidak mendukung. Kapal sementara lego jangkar, besok pagi baru dilanjut,” ujarnya.
Selain menyisir laut dan pulau-pulau, tim juga meminta bantuan para nelayan setempat untuk memberikan informasi apabila menemukan tanda-tanda keberadaan kapal. Namun, hingga kini belum ada laporan masuk.
Sebelumnya, kapal ambulans tersebut dilaporkan hilang saat berlayar dari Pulau Tinggalungan menuju Pulau Dewakkang, Kabupaten Pangkep. Kapal berangkat pada Senin pagi dan seharusnya tiba sekitar delapan jam kemudian, namun hingga kini belum juga sampai di tujuan.

Kapal itu diketahui baru selesai dibuat dan sedang diantarkan oleh tiga warga Pulau Tinggalungan, masing-masing M Tahir (65), Najamuddin (55), dan Hasri (60).
Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan pihaknya menerima laporan setelah keluarga penumpang menyampaikan bahwa kapal yang berangkat pagi hari tak kunjung tiba hingga malam. Komunikasi terakhir tercatat sebelum kapal memasuki perairan Selat Makassar.
“Tim rescue bersama potensi SAR masih terus melakukan pencarian. KN SAR Kamajaya sudah dikerahkan dengan jarak tempuh sekitar 100 mil laut dari Makassar,” kata Arif.
Operasi pencarian melibatkan unsur gabungan dari TNI AL, Polairud, BPBD, dan nelayan lokal yang memahami karakter perairan di wilayah tersebut. Pencarian akan terus dilanjutkan hingga kapal dan tiga penumpangnya ditemukan.


Tinggalkan Balasan