SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Upaya meningkatkan kecakapan dan kecerdasan literasi masyarakat kembali digelar melalui Festival Literasi 2025, di Gedung Layanan Perpustakaan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (26/10/2025) malam.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkep, Muhiddin, mengatakan kegiatan tahunan ini telah berlangsung selama lima tahun berturut-turut sebagai bagian dari gerakan membangun masyarakat yang gemar membaca dan berpikir kritis.

“Pangkep memiliki potensi besar dalam pengembangan literasi. Karena itu, festival ini kami jadikan ruang kolaboratif untuk menumbuhkan semangat literasi di berbagai kalangan,” ujar Muhiddin di sela kegiatan.

Festival Literasi tahun ini mengusung tema “Literasi Maju untuk Kecakapan dan Kecerdasan Pangkep” atau disingkat Lamacca. Beragam kegiatan turut meramaikan festival, mulai dari Bunda Literasi Cup, pameran buku dan karya literasi, lomba menulis, talk show, donor darah, hingga penampilan seni dari pelajar dan komunitas literasi daerah.

“Event ini menjadi wadah bagi pelajar dan komunitas literasi dari berbagai sekolah untuk menyalurkan minat dan mengembangkan diri. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa mendorong peningkatan indeks literasi masyarakat Pangkep,” kata Muhiddin.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Jufri, menilai geliat literasi di Pangkep terus menunjukkan peningkatan. Ia menyebut festival ini bukan sekadar ajang seremonial, tetapi bagian dari gerakan kultural untuk membangun masyarakat yang cerdas dan mandiri.

“Festival ini memiliki makna sebagai gerakan kultural untuk membangun masyarakat Pangkep yang lebih cerdas. Literasi tidak hanya soal membaca teks, tapi juga memahami konteks. Dengan itu, masyarakat dapat memiliki daya saing dan kemandirian untuk membangun daerahnya,” ujar Jufri.

Dia menambahkan, perpustakaan kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat membaca buku, tetapi telah bertransformasi menjadi pusat kegiatan intelektual berbasis inklusi sosial.

“Kita melihat ada komitmen kuat untuk mentransformasi perpustakaan menjadi ruang publik yang inklusif, tempat masyarakat bisa belajar, berkreasi, dan mengembangkan kapasitas diri,” tutur Jufri.

Diketahui, Festival Literasi 2025 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem literasi di Pangkep, sekaligus memperluas jangkauan gerakan membaca dan berpikir kritis di tengah masyarakat.