SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkep menggelar talkshow literasi yang sarat inspirasi dan gagasan inovatif di Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Pangkep, Selasa (28/10/2025).

Acara ini menjadi wadah sinergi antara pemerintah, media, aparat hukum, dan masyarakat dalam menguatkan budaya literasi di daerah.

Talkshow yang berlangsung meriah itu menghadirkan empat narasumber dari lintas bidang, yakni Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan Muhammad Jufri, Wakil Bupati Pangkep Abd Rahman Assagaf, perwakilan Kejaksaan Pangkep Ilham Sudirman, dan perwakilan Asosiasi Media Siber Indonesia Hajriana Ashadi. Jalannya diskusi dipandu dengan dinamis oleh pegiat literasi Ahmad Habibi.

Dalam sambutannya, Muhammad Jufri menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan budaya baca.

“Literasi adalah fondasi bagi kemajuan daerah. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, perlu sinergi antara lembaga pendidikan, media, aparat hukum, dan masyarakat untuk menumbuhkan semangat membaca di setiap lapisan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pangkep Abd Rahman Assagaf membagikan kisah pribadinya tentang peran penting buku dalam perjalanan hidupnya. Ia mengajak generasi muda Pangkep untuk menjadikan literasi sebagai jalan meraih masa depan.

“Buku telah mengubah cara saya memandang dunia. Dengan membaca, kita memperluas wawasan dan membuka peluang menuju kehidupan yang lebih baik,” tutur Abd Rahman disambut tepuk tangan peserta.

Peserta talkshow literasi. (Foto: Agus/Simpul Rakyat)

Dari perspektif hukum, Ilham Sudirman menyoroti pentingnya literasi sebagai benteng dalam menghadapi arus informasi yang kian deras. Ia mengingatkan agar masyarakat lebih cermat dalam menyaring berita agar tak mudah terjerumus pada hoaks.

“Masyarakat yang literat akan mampu berpikir kritis dan terhindar dari pelanggaran hukum akibat misinformasi,” katanya.

Adapun Hajriana Ashadi menyoroti peran media dalam membangun ekosistem literasi di era digital. Ia menilai, media tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk cara berpikir publik.

“Menulis dan membaca adalah dua sisi dari mata uang yang sama. Di era media sosial, setiap orang sebenarnya punya peluang untuk menjadi bagian dari gerakan literasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkep, Muhiddin, melalui panitia pelaksana menyebutkan, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam membangkitkan kembali minat baca masyarakat.

Dengan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Pangkep menargetkan peningkatan kemampuan literasi warga sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kualitas SDM dan daya saing daerah.