SimpulRakyat.co.id, Jeneponto – Setiap Jumat pagi, suasana di Jeneponto, Sulawesi Selatan, tampak berbeda dari biasanya. Warga dan aparatur sipil negara (ASN) turun ke jalan, bukan untuk berunjuk rasa atau mengejar aktivitas ekonomi, melainkan membersihkan lingkungan sekitar mereka.

Inilah wajah baru dari sebuah gerakan kolektif bernama “Jumat Bersih”, yang digagas langsung oleh Bupati Jeneponto Paris Yasir bersama Wakil Bupati Islam Iskandar.

Sejak dilantik pada 21 Maret 2025, keduanya menjadikan program ini sebagai bagian tak terpisahkan dari agenda mingguan pemerintah daerah.

“Lingkungan yang bersih adalah cerminan dari masyarakat yang sehat dan peduli. Perubahan besar bisa dimulai dari langkah sederhana,” ujar Paris Yasir dalam sejumlah kesempatan.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Islam Iskandar menegaskan bahwa gerakan ini bukan hanya soal membersihkan sampah, melainkan menumbuhkan kesadaran bersama.

“Melalui gerakan kecil ini, kita ingin menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” ujarnya.

Diketahui, gerakan Jumat Bersih digelar secara rutin di berbagai titik di Jeneponto. Dari pasar tradisional Karisa yang padat aktivitas, ruas-ruas jalan utama, hingga fasilitas umum seperti taman dan perkantoran, semua menjadi sasaran aksi bersih-bersih.

Para peserta dilengkapi alat sederhana seperti sapu, sekop, dan karung sampah. Mereka bekerja sama merapikan lingkungan, membersihkan selokan yang tersumbat, hingga menata ulang area publik yang mulai kusam.

Yang menarik, antusiasme masyarakat terus tumbuh. Pedagang ikut menyapu lapak mereka, warga mulai membersihkan halaman rumah, bahkan pelajar pun ikut serta memungut sampah. Gerakan ini perlahan menular ke pelosok kecamatan.

Selain aksi langsung, Jumat Bersih juga menjadi ruang edukasi. Masyarakat diajak memahami pentingnya memilah sampah, menjaga kebersihan, serta mengenal dampak jangka panjang dari pencemaran lingkungan.

Perubahan mulai tampak. Jalanan yang dulu dipenuhi sampah kini lebih bersih. Selokan yang kerap mampet kini mengalir lancar. Estetika kota pun meningkat. Namun, bagi Paris dan Islam, dampak paling berarti adalah tumbuhnya rasa tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungan.

Gerakan ini sekaligus menjadi wujud nyata dari Program Turatea Lestari, yang mengusung prinsip Lingkungan Bersih, Asri, Tertata, Terang, dan Hijau. Bukan hanya slogan, tapi upaya konkret menuju masa depan Jeneponto yang lebih sehat dan tertata.