SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau (MYL), menghadiri acara halal bihalal keluarga besar Pengadilan Agama Pangkajene yang digelar dalam suasana hangat penuh keakraban.

Mengusung tema “Dengan Halal Bihalal Kita Wujudkan Tali Silaturahmi dalam Kebersamaan,” kegiatan ini menjadi momentum mempererat sinergi antara lembaga peradilan dan pemerintah daerah.

Acara ini turut dihadiri Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar, Khairil R, yang secara khusus memberikan apresiasi atas semangat kekeluargaan yang ditunjukkan seluruh jajaran Pengadilan Agama Pangkajene.

Di hadapan para pimpinan lembaga peradilan agama, Bupati Yusran memperkenalkan Pangkep lebih dalam, termasuk potensi wilayah dan tantangan geografisnya.

Dia menaruh harapan bahwa pertemuan seperti ini akan berkontribusi terhadap penguatan hubungan antarinstansi yang lebih erat di masa mendatang.

“Semua yang kita lakukan hari ini akan berdampak positif di suatu hari nanti,” ujar Yusran dalam sambutannya.

Ketua Pengadilan Agama Pangkajene, Wildana Arsyad, menjelaskan bahwa tema halal bihalal tahun ini lahir dari kesadaran pentingnya membangun komunikasi tidak hanya dalam tataran formal, tetapi juga dalam ruang-ruang silaturahmi yang lebih cair.

“Kita ingin menunjukkan bahwa sinergi antara lembaga peradilan dan pemerintah daerah bukan hanya soal kerja formal, tetapi juga tumbuh dalam suasana kekeluargaan seperti ini,” ucap Wildana.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar, Khairil R, menegaskan bahwa kegiatan halal bihalal merupakan kelanjutan dari semangat ibadah Ramadan, khususnya dalam menjaga habluminannas, hubungan baik antar sesama manusia.

Dia juga menggarisbawahi pentingnya dukungan dari lembaga peradilan terhadap program-program pemerintah daerah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama dalam aspek keagamaan dan pelayanan hukum keluarga.

Acara ditutup dengan penyampaian hikmah halal bihalal dan doa bersama yang dipimpin oleh Prof H Muh Saleh Ridwan.

Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan pentingnya menjaga tali silaturahmi sebagai bentuk ibadah yang berdampak luas bagi kehidupan sosial.

“Silaturahmi bukan sekadar tradisi pasca-Ramadan, tapi pondasi utama dalam membangun masyarakat yang harmonis dan penuh berkah,” pungkasnya.