SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Direktur PT Kallolo Indonesia Sukses, Arsam, akhirnya merespons sorotan Gema Garda Nusantara Sulawesi Selatan (Sulsel) terkait pembangunan dermaga kayu di Pulau Bangkauluang, Desa Dewakang, Kecamatan Liukang Kalmas, Kabupaten Pangkep.

Arsam menegaskan bahwa pihaknya telah melaksanakan proyek tersebut sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) yang ditetapkan. Menurutnya, pembangunan dermaga tersebut telah dikerjakan berdasarkan spesifikasi yang diatur dalam dokumen perencanaan.

“Pembangunan dermaga kayu di Pulau Bangkauluang itu sudah sesuai dengan RAB,” ungkap Arsam saat dihubungi Simpul Rakyat melalui telepon selulernya, Jumat (27/12/2024).

Tidak hanya itu, Arsam mengajak pihak yang meragukan kualitas proyek tersebut untuk bersama-sama meninjau langsung kondisi dermaga di lapangan.

“Jika ada yang meragukan kualitas pekerjaan tersebut, kami mengajak untuk sama-sama ke lokasi melihatnya,” ajak Arsam.

Senada dengan Arsam, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pangkep, Baharuddin, menjelaskan bahwa panjang dermaga yang tercantum dalam RAB adalah 17 meter dengan material kayu ulin, sementara realisasi di lapangan mencapai 21 meter.

“Ada memang bukan kayu ulin, tapi itu tambahan pekerjaan, kayu (penambahan pekerjaan) yang ada di sana milik masyarakat yang digunakan. Malah pekerjaan di sana melebihi volumenya, itu ada CCO-nya (Contract Change Order-red),” jelas Baharuddin ke media ini, Kamis (26/12) kemarin.

“Di RAB itu cuma 17 meter, ternyata di lapangan (realisasi) pekerjaan mencapai 21 meter, karena terdapat kelebihan material di sana, itulah dimanfaatkan untuk penambahan volume,” tambah dia.

Sebelumnya, Kabid Aksi dan Advokasi Gema Garda Nusantara Sulsel, Rahmatullah, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil investigasi di lapangan, material kayu yang digunakan bukan kayu ulin seperti yang tertera di RAB, melainkan kayu kumea.

“Berdasarkan hasil investigasi, material proyek diduga tidak sesuai dengan RAB. Kayu yang dipakai adalah kayu kumea, bukan kayu ulin,” ungkap Rahmatullah.

Sekadar diketahui, proyek dermaga kayu ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024 dengan nilai kontrak Rp86,31 juta. Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Pangkep yang dipercayakan kepada PT Kallolo Indonesia Sukses sebagai rekanan.