SimpulRakyat.co.id, Bantaeng — Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng nomor urut dua, Dr Ilham Azikin dan Nurkanita M Kahfi (IAKAN), menggelar kampanye di Desa Lumpangan, Kecamatan Pajukukang, dan disambut meriah oleh warga setempat. Kunjungan ini menjadi momen penting untuk mensosialisasikan program-program unggulan mereka.

Tokoh masyarakat setempat, Sobi, memuji kepemimpinan Ilham Azikin selama lima tahun terakhir. Ia menggambarkan program-program yang telah diterapkan sebagai “garam” yang memberikan manfaat langsung bagi semua kalangan.

“Kepemimpinan beliau ini ibarat garam. Bukan mutiara. Garam murah, tetapi bisa dirasakan di semua masakan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa garam memberikan rasa yang membuat semua orang dapat menikmati, berbeda dengan mutiara yang hanya dinikmati sebagian orang.

Sobi menjelaskan, program-program yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat antara lain layanan kesehatan gratis, peralatan sekolah gratis, serta asuransi untuk peternakan dan pertanian.

Ia mengungkapkan keyakinan bahwa Ilham Azikin akan terus menebarkan manfaat bagi masyarakat, termasuk program kuliah gratis yang menjadi salah satu janji di periode kedua.

Menanggapi hal tersebut, Nurkanita M Kahfi menekankan pentingnya peran perempuan dalam pemerintahan. Ia beranalogikan pemerintahan tanpa perempuan seperti sayuran tanpa garam, yang terasa hambar.

“Kami akan hadir dengan program kebaikan, termasuk bantuan modal usaha berbasis RT dan RW yang prioritas untuk perempuan,” ujarnya.

Dengan dukungan ini, Kanita berharap ibu rumah tangga dapat lebih mandiri dan produktif, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bantaeng.

Sementara Dr Ilham Azikin mengungkapkan bahwa ia telah menyiapkan strategi untuk mewujudkan semua program unggulannya.

“Saya yang tawarkan program, tentu sudah siapkan cara mencapai program itu,” katanya.

Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program prioritas, termasuk kuliah gratis, meskipun di tengah tantangan seperti pandemi Covid-19.

Harapannya, program kuliah gratis ini akan mendorong anak muda di Bantaeng untuk menggapai cita-cita setinggi langit, tidak hanya terbatas pada pekerjaan di pabrik, tetapi juga berpotensi menciptakan usaha sendiri.

“Kalau kuliahnya bagus, pendidikannya juga bagus. Anak muda Bantaeng ke depan juga bisa bikin pabrik,” tutupnya. (**)