SimpulRakyat.co.id, Bantaeng – Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, seperti Jalan Elang, Pasar Tua, Jalan Mangga, Jalan Manggis hingga Pasar Baru, terlihat lebih sibuk dari biasanya, Selasa (3/3/2026).
Di tengah ramainya pedagang dan pembeli takjil, tampak tim berseragam membawa alat uji sederhana melakukan pemeriksaan. Mereka merupakan petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng bersama UPT Puskesmas Kota dan Puskesmas Bissappu.
Kegiatan bertajuk Pemeriksaan Takjil Wilayah Puskesmas Kota dan Bissappu ini menjadi agenda rutin setiap Ramadan untuk memastikan keamanan pangan jajanan berbuka puasa.
Petugas mengambil sampel berbagai jenis makanan dan minuman yang dijual, mulai dari es buah, kolak, gorengan hingga aneka kue basah. Pemeriksaan dilakukan langsung di lokasi menggunakan alat uji cepat guna mendeteksi kandungan berbahaya seperti pewarna tekstil, formalin, serta bahan tambahan pangan yang tidak sesuai standar.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, H. Iwan Setiawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam melindungi kesehatan masyarakat.
“Kegiatan ini adalah agenda rutin kami setiap Ramadan. Tujuannya memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat aman dan layak. Kami ingin masyarakat berbuka puasa dengan tenang tanpa khawatir terhadap keamanan pangan,” ujar Iwan.
Ia menjelaskan, pengawasan tidak hanya sebatas pemeriksaan, tetapi juga disertai edukasi kepada para pedagang mengenai pentingnya kebersihan dan penggunaan bahan pangan yang aman.
“Kami juga memberikan pembinaan langsung kepada pedagang agar kesadaran tentang keamanan pangan tumbuh, bukan sekadar karena ada pemeriksaan,” katanya.
Seorang warga yang ditemui di Pasar Tua mengaku merasa lebih tenang dengan adanya pengawasan tersebut.
“Alhamdulillah ada pemeriksaan seperti ini. Jadi kita sebagai pembeli lebih tenang, apalagi untuk anak-anak di rumah,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan salah satu pedagang es buah di Jalan Mangga. Ia mengaku tidak keberatan dengan pemeriksaan tersebut karena dapat meningkatkan kepercayaan pembeli.
“Kalau sudah diperiksa dan dinyatakan aman, pembeli juga lebih yakin. Ini bagus untuk kami,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan di sejumlah titik, jajanan takjil yang diuji secara umum dinyatakan aman dan layak konsumsi. Meski demikian, Dinas Kesehatan memastikan pengawasan akan terus dilakukan secara berkala selama bulan Ramadan.
Iwan berharap kolaborasi antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat terus terjaga demi menciptakan lingkungan pangan yang sehat dan aman.
“Keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Kami berterima kasih kepada pedagang yang kooperatif dan masyarakat yang mendukung kegiatan ini,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan