SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Jelang Pilkada serentak November 2024 mendatang terus bergulir, kini muncul nama baru, yakni Muhammad Saleh Pattola. Ia merupakan putra daerah asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep)  yang selama ini berkarir di Jakarta. Saleh Pattola ingin pulang kampung untuk membangun daerah kelahirannya dengan jalan ikut kontestasi Calon Kepala Daerah (Cakada) Kabupaten Pangkep.

Setelah genap 27 tahun mengabdikan hidupnya di Korps Marinir TNI AL, dan jabatan strategis lainnya di pemerintahan pusat, Muhammad Saleh Pattola, putra kelahiran, Kelurahan Pabundukang, Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan ini, menyatakan siap maju menjadi Bakal Calon (Balon) Bupati Pangkep  2024 ini.

“Saya Lahir dan besar serta orangtua dan nenek saya asli Pangkep. Jadi saya merasa terpanggil maju di Pilkada untuk membangun kampung kelahiran saya, yakni Kabupaten Pangkep, insya Allah saya akan pulang kampung dalam waktu dekat ini.” kata Saleh Pattola via telepon, Selasa (14/5/2024).

Kepulangan Saleh Pattolah ke kampung halamannya kali ini tentunya tidak dengan tangan hampa, melainkan Dia akan membawa sebuah program untuk masyarakat Pangkep, yang ia sebut sebagai “Gerakan Sapa Pangkep”.

Menurutnya dengan menjalankan program tersebut solusi kesejahteraan bagi masyarakat Pangkep dapat dicapai. Saleh menuturkan, terwujudnya masyarakat Pangkep sejahtera, mandiri dan berdaulat merupakan kondisi yang ingin dicapai dalam kurun waktu lima tahun ke depan melalui pembangunan ekonomi yang berlandaskan pada keunggulan daya saing dengan mengoptimalkan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada, serta sinergi dengan pemerintah pusat.

“Semoga masyarakat Pangkep dapat memberikan kami kepercayaan untuk mengolah Pangkep 5 tahun secara bersama-sama membangun Pangkep, demi mewujudkan masyarakat Pangkep yang sejahtera dan berdaulat secara ekonomi melalui program Gerakan Sapa Pangkep ini.” ungkap  Tenaga Ahli Sekjen Kemendagri 2018 – 2019 ini.

Ia juga menegaskan, hal yang paling fundamental adalah membangun kedaulatan pangan bagi Kabupaten Pangkep. Visi kedaulatan pangan di Pangkep yang akan diperjuangkannya adalah selaras dengan narasi keagungan cita-cita luhur Nawacita Presiden Jokowi yang menyatakan bahwa kedaulatan pangan merupakan salah satu program prioritas.

Selain itu, Saleh juga akan mempermudah aspek perizinan usaha dan investasi, di antaranya:

1. Pemerintah Pangkep perlu mempermudah dan mempercepat proses perizinan.

2. Pemerintah perlu menciptakan iklim usaha yang semakin kondusif, sedangkan dalam aspek insentif fiskal, pemerintah perlu membangun sistem perpajakan yang pro investasi dan industri, yang pada akhirnya akan menciptakan lapangan kerja baru bagi warga Pangkep.

3. Pemerintah perlu memberikan insentif perpajakan dalam jumlah dan waktu yang tepat, dan

4. Pemerintah perlu mempermudah masuknya impor bahan penolong dan barang modal untuk kebutuhan industri prioritas dalam jangka waktu tertentu.

Dalam aspek pembiayaan usaha kecil dan menengah (UKM), putra Pangkep kelahiran 28 Juli 1974 itu akan membawa Pemerintah Pangkep agar mempermudah akses terhadap sumber pembiayaan dengan suku bunga yang kompetitif.

Dalam kelembagaan usaha, Saleh akan mendorong koperasi untuk ikut berperan menangani industri hulu di desa dan di dalam klaster, selain juga akan mendorong kerjasama kemitraan antara pelaku usaha nasional (BUMD, koperasi, dan swasta) dan antara pelaku usaha nasional dan investor asing (khususnya dalam industri hilir, industri antara, dan industri barang modal).

Pada aspek kebijakan perdagangan, visi Saleh akan membawa pemerintah untuk mendorong persaingan pasar domestik yang sehat, bebas dari praktik monopoli, kartel, barriers to entry, diskriminasi harga, dan penyalahgunaan posisi dominan.

“Strategi berikutnya dalam membangun Pangkep adalah membuat Kebijakan Peningkatan Mutu SDM dan Digitalisasi Agroindustri. Pada aspek mutu SDM, Pemerintah Pangkep perlu melakukan vocational training dan kewirausahaan, termasuk kepada petani, nelayan, pengrajin, UMKM, dan buruh melalui kerjasama antara pemerintah, industri, dan perguruan tinggi,” tuturnya.

Pada aspek ketenagakerjaan, Saleh akan berupaya memberikan jaminan penyediaan hak-hak dan kewajiban pekerja berbasis produktivitas dan kelayakan hidup. Pemerintah juga perlu memelihara hubungan industrial yang kondusif, selain meningkatkan peranan koperasi karyawan di setiap perusahaan industri guna mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja.

Digitalisasi Pertanian

Pada aspek teknologi, Saleh akan berupaya melakukan peningkatan efisiensi dan produktivitas melalui penggunaan teknologi tepat guna dan digitalisasi dalam rangka mengintegrasikan proses bisnis dari hulu ke hilir, selain perlunya pengembangan Iptek melalui konsorsium riset antara pemerintah dan dunia usaha, selain perlunya penerapan standarisasi mutu dan branding produk.

“Bila dilihat dari segi manfaat, khusus digitalisasi dalam sistem pertanian di Pangkep nantinya akan banyak memiliki keuntungan, karena dunia pertanian, perkebunan, dan perikanan di Pangkep akan diurus oleh para petani milenial,” katanya.

Dua hal utama yang menjadi visi besar Saleh Pattola bagi Industrialisasi Pangan di Pangkep, yaitu memilih skala prioritas atas komoditas yang paling unggul dan membangun kawasan industri bagi berbagai komoditas yang diprioritaskan tersebut serta menunjang berbagai strategi tersebut dengan teknologi digital agar bisa menyerap tenaga kerja modern dan sarjana.

Dengan begitu, kata Saleh, maka tenaga kerja muda akan sangat bangga ketika bekerja di sawah dan bisa mendapatkan kesejahteraan yang maksimal dibanding bekerja sebagai pegawai di perkotaan.

Jika berbagai strategi dan arah kebijakan tersebut di atas diterapkan, maka Kabupaten Pangkep berpotensi menjadi lumbung pangan Indonesia dan menjadi pemasok produk agroindustri terbesar di pasar nasional maupun internasional.

Apabila hal ini terwujud, maka menurut Saleh, masyarakat Pangkep akan dapat menikmati pencapaian hasil pembangunan ekonomi secara berkelanjutan, ditandai dengan berkurangnya kemiskinan dan pengangguran serta meningkatnya upah, pendapatan perkapita dan daya beli masyarakat, selain meningkatnya pendapatan daerah dan berkembangnya investasi. Kata Saleh Pattola yang juga merupakan pendiri Koperasi Bumi Hijau (Koprabuh) yang cukup memberi kontribusi positif bagi petani di Indonesia hingga saat ini.

Sekadar diketahui, Saleh Pattolah juga merupakan salah satu ketua tim pemenangan dalam Komando Prabowo-Rakabuming (Koprabu) pada Pilpres 14 Februari 2024 lalu  dan KPU menetapkan Prabowo-Gibran terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2024-2029.

“Tentunya dengan jaringan ini, kita akan mendapatkan akses yang lebih muda untuk mengkomunikasikan program-program yang akan dilaksanakan Pemkab Pangkep di pemerintahan pusat kedepannya,” pungkas Saleh Pattola. (TT**)