SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Pemuda dan Mahasiswa Kepulauan Pangkep, Kecamatan Liukang Kalukuang Masalima (Kalmas) yang tergabung dalam Solidaritas Aktivis Peduli Desa, menggelar unjuk rasa di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangkep, Jumat (09/06/2023).

Jenderal lapangan, Muh Saudi Hasyim mengatakan, Kepala Desa Doang-doangan Lompo, Yusuf, diduga memadamkan listrik desa usai dilaporkan ke Tipikor Polres Pangkep.

“Aksi ini sebagai bentuk desakan pemerintah kabupaten Pangkep dan DPRD Pangkep untuk menegur Kades DDL terkait padamnya penerangan sejak tanggal 22 Mei 2023. Kami juga mendesak Tipidkor Polres Pangkep untuk secepatnya mengusut adanya dugaan korupsi di lingkup pemerintah desa DDL,” ujarnya.

Demonstran terlihat satu komando tersebut juga berorasi di depan kantor Bupati Pangkep, dalam orasinya massa meminta Bupati Pangkep Muhammad Yusran LalogauĀ  (MYL) mengevaluasi kinerja Inspektorat dan DPMD Pangkep yang dinilai lalai dalam bekerja.

“Kami juga mendesak Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau untuk segera mengevaluasi Inspektorat yang kami duga tidak mampu menjalankan pengawasan, serta mengevaluasi kinerja DPMD Pangkep yang diduga menutupi kesalahan Kades DDL yang tidak transparansi dalam menjalankan pemerintahan desa,” tegasnya.

Lanjut jenderal lapangan aksi ini menantang Kepala Desa Doang-doangan Lompo untuk transparan dalam mengelola dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) yang tertuang dalam APBDesa.

“Kami tantang Kepala Desa DDL untuk transparan dalam mengelola anggaran dana desa sesuai amanat UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP),” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Pangkep, Djajang yang dikonfirmasi media ini mengatakan, pihaknya akan menyurati Kades DDL perihal tuntutan demonstran tersebut.

“Tindaklanjut akan kami surati ke Kades yang bersangkutan berdasarkan hasil audiens di ruang Sekda dan DPRD, dan beri tenggang waktu 1 minggu (sesuai hasil kesepakatan di DPRD) untuk solusi penyelesaian,” kata Djajang.

Kendati demikian, Djajang mengaku belum mengetahui pasti kronologi pemadaman listrik di desa Doang-doangan Lompo tersebut.

“Saya belum tahu kronologisnya, tapi info dari dari pak desa kalau dipadamkan bergilir, bukan total karena sudah overload (kapasitas sudah lebih),” pungkas Djajang. (FW)