SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Hingar bingar kontestasi pesta demokrasi 2024 kini mulai ramai diperbincangkan khalayak ramai, tanpa terkecuali masyarakat yang berada di daerah pemilihan (Dapil) 4 Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, yakni Kecamatan Liukang Kalmas dan Liukang Tangaiya.
Berbeda dengan pemilu tahun-tahun sebelumnya, masyarakat dari zona terluar dan tertinggal itu kini tak ingin hanya menjadi penonton, terbukti semua nama-nama yang muncul di bursa Bacaleg yang diusung berbagai partai adalah asli putra dari Dapil 4 Kepulauan.
Masyarakat pulau merasa stok SDM mereka juga telah cukup mumpuni dan militan, sehingga nama-nama yang muncul sebagai Bacaleg tidak lagi tabu dan asing di telinga masyarakat kepulauan, baik incumbent maupun Bacaleg yang gagal di Pemilu sebelumnya, ataupun nama-nama baru yang sebetulnya telah cukup lama diharapkan dan dinantikan untuk ambil bagian memperjuangkan masyarakat pulau tidak hanya lewat parlemen jalanan, tapi di dalam parlemen Kabupaten Pangkep yang sesungguhnya.
Salah satunya adalah aktivis dan pengacara muda asli kepulauan Liukang Kalmas, Marwan SH. Pemuda ini diketahui memiliki basis keluarga besar serta investasi sosial, khususnya di Kecamatan Liukang Kalmas.
Meski tak memiliki modal materi, Marwan merupakan figuritas-ketokohan dan basis keluarga besar membuat masyarakat di Dapil 4 khususnya di Liukang Kalmas optimis untuk memenangkan Marwan pada kontestasi Pilcaleg 2024, apapun partai yang menjadi pengusungnya.
Dikabarkan sebelumnya, Marwan ikut dalam bursa survei Bacaleg salah satu partai, namun jelang masa pendaftaran Bacaleg partai ke KPU Pangkep, ia tak diberi informasi terkait hasil dan metode survei yang digunakan, sementara masa pendaftaran semakin mepet, dan di pundak Marwan terselip harapan serta amanah masyarakat pulau di Dapilnya.
Setelah mendapat tawaran dari beberapa partai, Marwan akhirnya melabuhkan pilihan mengendarai Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai yang dirasa basicknya sesuai dengan mayoritas masyarakat Liukang Kalmas dan Liukang Tangaiya yang notabenenya menjalankan amaliyah dan ibadah sehari-hari ala NU (Nahdliyin).
Selain itu, Liukang Kalmas berbatasan langsung dengan Jawa Timur, hal mana PKB lahir dari kyai dan santri tokoh bangsa, khususnya dari pesantren-pesantren dari Jawa Timur.
“Melihat Peta kontestasi di Dapil 4 Kecamatan Liukang Kalmas dan Tangaiya, berdasarkan komposisi partai dan nama-nama Bacaleg yang mengemuka sejak 13 Mei kemarin, saya yakin menjadi satu-satunya harapan masyarakat Liukang Kalmas yang tersisa yang berpeluang mendapatkan 1 kursi dari jatah 4 kursi yang tersedia. Pasalnya, 3 kursi lainnya berpotensin besar disapu bersih Bacaleg dari Liukang Tangaiya,” demikian asumsi yang disampaikan Marwan dalam membaca dan menganalisa peta kekuatan di Dapilnya saat dikonfirmasi awak media di salah-satu bilangan Warkop pinggiran Kota Pangkep.
“Politik itu adalah soal kalkulasi (hitung-hitugan peluang kemengan yang ril dan jelas) bukan sekedar spekulasi!,” lanjutnya.
Terakhir, bacaleg PKB sekaligus pengacara muda asli pulau yang menggandrungi kopi hitam itu menambahkan, harapannya ke depan agar konstestasi pemilu 2024 khususnya di zona 4 Kepulauan Pangkep itu berjalan aman dan damai dalam bingkai kekeluargaan sebagaimana pemilu tahun-tahun sebelumnya. Apalagi semua nama Bacaleg yang muncul adalah putra-putri terbaik Liukang Kalmas dan Liukang Tangaiya yang selama ini nama mereka tak asing dalam memperjungkan nasib rakyat kepulauan.
“Hakikat sebuah jabatan itu adalah sebagai media untuk bisa semakin mendekatkan diri sama Allah SWT karena dengan jabatan itu kita diperintahkan menjadi khalifah (wakil Tuhan di bumi) untuk mengurus umat Rasul-Nya sebagaimana instruksi-Nya dalam (QS. 2 : 30),” tegas Bacaleg PKB itu yang turut dalam pendaftaran PKB Pangkep serentak dengan pendaftaran bacaleg PKB seluruh Indonesia pada Sabtu, 13 Mei 2023 kemarin. (**)


Tinggalkan Balasan