SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Peserta bimbingan teknis (Bimtek) Implementasi Kurikukum Merdeka (IKM) yang dilaksanakan Media Riset, Pendidikan dan Pelatihan Formal, Lembaga Fasilitasi Management Pemerintahan Daerah (LFMPD), mengeluhkan fasilitas yang diberikan panitia.

Salah satu peserta Bimtek IKM Tahap I, juga kepala sekolah (Kepsek) SD di Kabupaten Pangkep menilai, kegiatan yang berlangsung di Hotel Aryaduta Makassar, pada Jumat-Minggu, 5-7 Mei 2023 itu, hanya membebani anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS), lantaran materi yang diterima tidak sesuai harapan para guru. Selain itu, kata dia, peserta ditumpuk tiga hingga empat orang dalam sekamar.

“Kami sangat kecewa pelayanan panitia, kami membayar dua juta lima ratus ribu setiap peserta, tapi satu kamar kami ditumpuk tiga sampai empat orang, dan kegiatan tersebut seolah hanya seremoni dan materi yang disampaikan tidak sesuai harapan,” ungkap sumber yang enggan namanya ditulis ke media ini di Pangkajene, Rabu (10/5/2023).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Bimtek yang digelar dua angkatan ini diikuti hampir semua SD dan SMP se-Kabupaten Pangkep, menggunakan dana BOS senilai Rp2,5 juta/peserta, total biaya ditaksir mencapai Rp1,2 Miliar untuk 500 peserta yang terdiri dari Kepsek dan guru.

Sementara itu, Ketua Lembaga Fasilitasi Management Pemerintahan Daerah, Hj Andi Muafiah SH yang dikonfirmasi perihal keluhan tersebut, membantah peserta ditumpuk tiga-empat orang dalam satu kamar.

“Untuk peserta yang ditumpuk sampai 4 itu tidak benar. Semua (peserta-red) sepakat di Aryaduta dengan biaya Rp2,5 juta, nginap dua malam tiga hari (hotel) bintang 5 paling murah,” tulis Andi Muafiah saat dikonfirmasi via WhatsApp.

Kendati demikian, Andi Muafiah meminta media ini untuk mengkonfirmasi lebih lanjut kepada pelaksana terkait kegiatan Bimtek itu. Namun, hingga berita ini diterbitkan pihak penyelenggara yang dimaksud belum memberikan tanggapan terkait total anggaran hingga sumber pendanaan pada kegiatan tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (MYL) meminta para kepala sekolah, pengawas dan guru mampu memahami apa yang menjadi tugas pokok dan fungsinya dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar.

Hal itu disampaikan Yusran saat memberikan sambutan pembukaan Bimtek Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Tahap II, di  Hotel Aryaduta, Kota Makassar, Senin (8/5/2023) kemarin.

“Sekiranya kepala sekolah maupun guru mampu melahirkan Inovasi yang bermanfaat dan berkelanjutan seperti wisata pendidikan agar pembelajaran tidak selalu monoton di kelas terus,” tuturnya.

“Misalkan anak-anak dibawa berkunjung beberapa tempat seperti perpustakaan, Tonasa, pengadilan silahkan karena kami sudah meminta izin buat anak anak kita demi proses pembelajaran dan melihat secara. Jelas Bupati pangkep,” tambah Yusran.

Bupati Pangkep juga berharap, kepala sekolah dan guru berperan dalam penanganan dan pencegahan anak tidak sekolah (ATS), setiap anak lulus dari semua jenjang pendidikan.

“Kami berharap agar anak tersebut melanjutkan pendidikan selanjutnya, baik SD, SMP dan SMU,” harap MYL di hadapan guru dan kepala sekolah.

Sekadar diketahui, Bimtek ini dilaksanakan dua angkatan, yakni Tahap I berlangsung pada Jumat-Minggu (5 -7 Mei 2023), dan Tahap II pada Senin-Rabu (8-10 Mei 2023) di Hotel Aryaduta Makassar, Jl Somba Opu No 297 Makassar.

Bimbingan teknis ini bertujuan untuk mewujudkan guru abad ke-21 yang mampu menyiapkan peserta didik terampil, berpikir kritis, kreatif, inovatif, komunikatif dan mampu berkolaborasi. Selain itu, peserta diharapkan memahami konsep Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka, alur dan strategi untuk guru menerapkan penguatan Profil Pelajar Pancasila, serta manfaat penerapan penguatan Profil Pelajar Pancasila. (Red)