SimpulRakyat.co.id, Bantaeng – Kecelakaan kerja kembali terjadi di PT Huadi Nickel Alloy Indonesia pada Jumat malam, 28 April 2023, mengakibatkan kematian. Korban tersebut adalah Sarijuddin-akrab disapa Arjun warga Dusun Balla Tinggia, Desa Papanloe, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng.

Diduga korban meninggal karena tersengat listrik saat berjalan di dalam pabrik untuk pulang ke rumahnya. Korban sendiri sudah hampir 2 tahun bekerja di PT Huadi dan merupakan anggota dari Aliansi Masyarakat atau AMP.

Belum berselang sebulan, diketahui telah terjadi dua kecelakaan kerja di PT Huadi yang menimpah dua anggota AMP.  Sebelum Arjun, warga Dusun Kayu Loe juga mengalami kecelakaan pada Jumat sore, 7 April 2023 yang mengakibatkan kehilangan 1 kakinya.

Dari dua kejadian tersebut, Riswandi Haris selaku ketua AMP mempertanyakan kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di PT Huadi Nickel Alloy Tersebut.

“Innalillahi wa innailaihi rojiun, dalam kurung waktu kurang dari sebulan, kami (AMP) berduka, kali ini anggota kami tersengat aliran listrik yang mengakibatkan meninggal dunia. Kami tentunya ingin mempertanyakan kinerja K3 di PT Huadi Nickel Alloy Indonesia sebab dalam kurung waktu kurang dari sebulan dua orang anggota kami mengalami kecelakaan kerja,” tegas Riswan di Bantaeng, Jumat (28/04/2023) kemarin.

Selain persoalan K3, AMP saat ini menunggu hasil investigasi dari pihak berwajib atas kematian anggotanya.

“Selain itu Kami juga akan menunggu hasil investigasi dari pihak berwajib, kami juga minta kepada pihak perusahaan untuk mengevaluasi kinerja para karyawan K3-nya,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Umum (Sekum) AMP, Irwan Lawing menyampaikan duka atas meninggalnya salah satu anggota AMP.

“Innalillahi wainnailaihi rojiun, turut berduka cita atas meninggalnya saudara kita Sirajuddin. Almarhum adalah orang baik, semoga almarhum ditempatkan di surga-Nya Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan,” ucap Lawing.

Irwan Lawing menambahkan, agar para pekerja tetap berhati-hati dalam bekerja dan tidak lupa meminta doa perlindungan dari segala marabahaya.

“Musibah ini membuat kita sangat terpukul, olehnya itu untuk para pekerja agar berhati-hati dalam beraktivitas di dalam area perusahaan terutama untuk teman-teman AMP. Dan yang paling penting adalah jangan lupa untuk berdoa meminta perlindungan kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan keselamatan dan dijauhi dari segala marabahaya,” tambahnya.

Sama dengan Ketua AMP, Lawing juga menyoroti soal K3 di PT Huadi.

“Lagi dan lagi, persoalan K3 menjadi pekerjaan yang tidak pernah beres dan itu menjadi PR besar untuk manajement perusahaan PT. Huadi Nickel Alloy Indonesia,” tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari pihak PT Huadi Nickel Alloy Indonesia. (**)