SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Mesin ATM Bank Sulselbar di depan UGD PKM, Kelurahan Bonto-bonto, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep),  diduga dibobol dengan cara ‘dirusak’ oleh orang tak dikenal (OTK). Kejadian yang diperkirakan pada Jumat subuh (30/10/2022).

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kecamatan Ma’rang, AKP Sunardi membenarkan adanya kejadian ini. Ia menerangkan bahwa kasus tersebut sudah ditangani Satuan Reserse Kriminal Polres Pangkep.

“Ke Kasat Reskrim karena ditangani oleh Satreskrim Polres Pangkep,” ucap Nardi-sapaan akrabnya.

Kronologis Perusakan ATM Bank Sulselbar

Lanjut dikatakan, salah satu supir Ambulance UGD PKM Kecamatan Ma’rang inisial D melaporkan kejadian ini ke Polsek Ma’rang dan perawat serta sejumlah honorer sebelumnya mendengar suara dobrakan pintu dan melihat ada yang mengintip masuk ke dalam kamar UGD.

“Kronologis Kejadian pada Jumat 30 sekira pukul 05.10 wita, tiga petugas UGD PKM Marang sementara tidur di Kamar Jaga, tiba tiba mendengar suara dobrakan di luar UGD namun karena takut sehingga petugas jaga hanya bisa mendengar dan tidak lama, ada suara pintu UGD terbuka dan suara orang berjalan ke depan pintu kamar Jaga dan salah satu terkannya A melihat ada jidat orang di depan pintu jaga sementara mengintip masuk kamar Jaga UGD,” Kapolsek Ma’rang,” jelasnya.

“Namun karena tiga petugas Jaga UGD takut sehingga pura-pura tidur dan sekitar jam 05.30 wita setelah merasa aman, Petugas Jaga UGD keluar untuk periksa namun tidak ada orang lagi dan sekitar Jam 07.00 wita. Saksi saudara D sementara membersihkan mobil Ambulance, tiba tiba datang N bertanya ke saudara D dengan mengatakan ‘Kenapa Na Berantakan itu  ATM’, setelah itu saudara D datang melihat ATM di depan UGD dan melihat mesin ATM sudah terbongkar, sehingga ke Polsek Marang untuk melaporkan kejadian pembobolan mesin ATM tersebut,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bank Pembangunan Daerah (BPD) Pangkep menerangkan, dana yang ada di mesin ATM tersebut belum sempat diambil, namun kerusakan mesin ATM ditaksir mencapai Rp400 juta, dan mesin ATM masuk dalam jaminan asuransi.

Sekadar diketahui, hingga berita saat ini pihak Kepolisian Resort Pangkep masih dalam tahap penyelidikan.