SimpulRakyat.co.id, Bantaeng – Beragam cara menyikapi perayaan hari kemerdekaan, satu di antaranya diselenggarakan Majelis Pengurus Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Bantaeng, yakni Kemah Bakti di Muntea Highland Camp. Berada di ketinggian kurang lebih 1020 mdpl.

Muntea Highland Camp merupakan sebuah kawasan wisata alam, sentra perkebunan sayur yang dingin dan sangat indah, 20-21 Agustus 2022. Acara dihadiri kurang lebih 150 orang adri berbagai unsur, Camat Uluere, Kapolsek, Babinsa Uluere, dibuka Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng, Hamsyah Ahmad.

Hamsyah dalam sambutan pembukaannya menyebutkan, Pemuda Pancasila memiliki peran strategis dalam membantu kerja pemerintah dan masyarakat.

“Untuk itu saya mewakili unsur pemerintah, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi pada pengurus MPC PP Bantaeng,” ujarnya.

Dia juga mengucapkan terima kasih pada unsur TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab), yang diwakili Kepala Wilayah Kecamatan Uluere, yang hadir sebagai dukungan spirit bagi 100 peserta kemah bakti.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Pemuda Pancasila (PP), Andi Andriati Latippa mengatakan, Kemah Bakti Pemuda itu mengusung tema: “Pemuda Pancasila Perekat Solidaritas Sosial sebagai Spirit Kemerdekaan dan Karya Pemuda”.

Lanjut dikatakan, kegiatan ini diisi dengan beragam kegiatan, salah satunya pelatihan penyusunan program pengabdian sosial, pemberdayaan masyarakat dan literasi kebencanaan.

“Tujuan kami PP dapat lebih terencana dan tepat sasaran dalam membantu pemerintah dan masyarakat,” ujar Andriati-akrab disapa Karaeng Rita.

Selama dua hari 125 kader PP dibagi dalam 7 kelompok menyusun program dari penyadaran lingkungan sampai penanggulangan bencana.

Kegiatan ini dibimbing Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Nasional, dengan 4 instruktur yakni Arwan D Awing, SE. (instruktur literasi media), Rahman Rumaday, S.I.Pem. (penggiat pemberdayaan masyarakat), Hermanto, SE. (bidang manajemen organisasi), dipimpin Zulkarnain Hamson, S.Sos. M.Si., Direktur Pusdiklat JOIN Nasional.

“Saya mengapresiasi pencapaian peserta yang berhasil menyusun tujuh agenda besar dengan kurang lebih 55 uraian program implementasi, yang memungkinkan PP Bantaeng dapat berpartisipasi membantu pemerintah dan masyarakat Bantaeng,” ujar Zulkarnain.

Lanjut dikatakan, hasil ini akan diserahkan kepada pengurus MPC PP, sebagai hasil kemah bakti, untuk ditindaklanjuti dalam pelaksanaan program kerja kepengurusan yang baru saja dilantik.

“Kerjasama dalam pendampingan pengembangan kinerja organisasi kepemudaan adalah pertama dan dilakukan Pusdiklat JOIN Nasional dengan Pemuda Pancasila,” tambah dia.

Diketahui, selama ini yang telah berjalan adalah Pemerintah Kabupaten Bone, Pangkep, Maros, Jeneponto, Bulukumba, Luwu, Wajo, Soppeng, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Sidrap.

Selanjutnya, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Makassar, Bantaeng, Enrekang, Bone, Gowa, dan Jeneponto.

Kegiatan pelatihan literasi dinilai penting sehingga kolaborasi antar organisasi juga lembaga pemerintahan terus didorong berjalan dan menemukan pola pengembangan dan inovasi di masa datang.

Menurut Arwan, hasil evaluasi instruktur selama dua hari kegiatan, 100 peserta memahami kedudukannya dalam organisasi serta dinilai mampu melakukan pengembangan kinerja organisasi PP di Bantaeng juga pengembangan jejaring kemitraan baik pemerintah kabupaten, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), media massa, dan masyarakat.

“Ujian tulis dilakukan sebagai sesi penutup untuk merekam kemampuan peserta dalam memahami materi pelatihan, dan pemahaman pada program yang disusun lintas bidang,” tegasnya. (*)