SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Kegiatan senam dan joget-joget dengan menggunakan kostum merah-putih di pelataran Masjid Besar Kamalul Yakin, Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mendapat kecaman dari LSM PERAK Indonesia.
Video senam dengan durasi 30 detik tersebut viral, diduga dibuat oleh Sanggar SGW, bertujuan menyemarakkan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-77.
“Kami sangat menyayangkan adanya kegiatan seperti yang terlihat di video tersebut. Masyarakat sudah tidak bisa membedakan antara tempat ibadah yang suci dengan seharusnya tempat seperti apa yang boleh dilakukan hal semacam itu,” ujar Koordinator Divisi Pengaduan Masyarakat dan Kebijakan Publik LSM PERAK Indonesia, Andi Sofyan SH ke media ini, Jumat (19/8).
Lanjut dikatakan, euforia semarak kemerdekaan idealnya memperhatikan adab ketimuran.
“Kami juga merasakan euforia kemerdekaan, tapi mohon maaf tolong pada tempatnya apalagi dengan busana yang begitu ketat,” kesal Sofyan.
“Video ini sudah viral dimana-mana yang ada kita orang Sulsel dianggap tidak menghargai tempat ibadah padahal ini sangat sensitif kalau terkait agama,” pungkas dia.
Pihaknya mendesak Polres dan Pemkab Pangkep segera memanggil dan melakukan pembinaan baik kepada penyelenggara mau masyarakat yang hadir pada kegiatan tersebut.
Sekadar diketahui, pihak penyelenggara senam tersebut telah menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh umat Islam melalui rekaman video.
“Kami dari Sanggar SGW memohon maaf kepada seluruh umat Islam atas kekhilafan kami telah melakukan senam di pelataran masjid,” demikian kutipan permohonan maaf Sanggar SGW.


Tinggalkan Balasan