SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Ketua DPD Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) Provinsi Sulawesi Selatan, Faridah Pelupessy Tatontos resmi melantik ketua dan pengurus DPC PWKI Kabupaten Pangkep masa bhakti 2022 -2027 di Gedung Gereja GKSS Jemaat Pangkajene, Senin (16/5/2022).

Pada kesempatan ini, Ketua DPD PWKI Sulsel mengucapkan selamat kepada semua pengurus dan berharap turut serta dalam berpartisipasi aktif dalam pembangunan di Kabupaten Pangkep, serta dapat dibina dan menjadi mitra Pemerintah dalam pembangunan di berbagai bidang.

“Peran PWKI bukan hanya di dalam Gereja tetapi juga di luar gereja, di dalam masyarakat dengan hati yang tulus, selaku wadah organisasi Wanita Kristen Interdenominasi Gereja di Kabupaten Pangkep bisa menjadi mitra Pemerintah dalam pembangunan di berbagai bidang, sehingga peran PWKI bukan hanya di dalam Gereja tetapi juga di luar gereja di dalam masyarakat,” terang Faridah Pelupessy.

Suasana pelantikan ketua dan pengurus DPC PWKI Pangkep masa bhakti 2022 -2027 di Gedung Gereja GKSS Jemaat Pangkajene, Senin (16/5/2022). (Foto: Anwar/SimpulRakyat.co.id).

Sementara itu, Ketua DPC PWKI Kabupaten Pangkep masa bakti 2022-2027, Selpina dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan dilantiknya kepengurusan yang terbentuk sejak tahun lalu, tapi karena adanya pandemi Covid -19 sehingga baru bisa terlaksana.

“Kepada seluruh pengurus DPC PWKI Kabupaten Pangkep yang bersedia ikhlas dan sukarela masuk dalam kepengurusan ini, semoga setelah pelantikan ini bisa segera membuat rapat untuk merumuskan program kerja tahun 2022 – 2027,” kata Selpina.

Foto bersama usai pelantikan ketua dan pengurus DPC PWKI Pangkep masa bhakti 2022 -2027 di Gedung Gereja GKSS Jemaat Pangkajene, Senin (16/5/2022). (Foto: Anwar/SimpulRakyat.co.id).

Masih di tempat yang sama, Naomi Malaha, selaku Penasehat DPC PWKI Pangkep berharap pengurus segera menyusun program kerja yang menyentuh pada masyarakat.

“Kita ini organisasi mitra Pemerintah, maka kita harus bisa terlihat nyata dan berdampak sosial positif bagi sekeliling, bukan hanya dalam lingkup Gereja saja, dan juga harus bisa disinergiskan dengan program pemerintah, terutama dalam bidang kesehatan sehingga bisa mengurangi angka stunting dan program kesetaraan gender di Kabupaten Pangkep,” harapnya.

Reporter: Anwar Bro
Editor: Ahmad