SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Himpunan Mahasiswa Isman (HMI) MPO Cabang Pangkep, HMI MPO Cabang Makassar, Kerukunan Mahasiswa Politeknik Pangkep (KMP3) dan Kerukunan Mahasiswa Butta Panrita Lopi Bulukumba (Kembapallopi) yang tergabung dalam barisan Aliansi Peduli Ekonomi Rakyat berunjuk rasa menolak kebijakan penghapusan BBM bersubsidi jenis premium.
Aksi ini berlangsung di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Jumat (10/12/2021).
Usai berorasi di depan kantor DPRD Pangkep, demonstran yang tergabung dalam Aliansi Peduli Ekonomi Rakyat ini lanjut audiens dengan anggota DPRD Pangkep, puluhan massa aksi tersebut disambut hangat oleh Anggota DPRD Pangkep, Irwan Nursaid untuk menyampaikan aspirasinya.

Irwan Nursaid menyampaikan bahwa aspirasi dari Himpunan Mahasiswa Isman yang tergabung dalam Aliansi Peduli Ekonomi Rakyat itu akan menjadi catatan yang akan disampaikan ke pusat.
“Mungkin adik-adik Mahasiswa sudah pernah mendengar apa alasan pemerintah, pernah ada diskusi terkait ini, alasan pemerintah kenapa BBM subsidi jenis premium ini dihapus, itu karena biaya pembangunan kita sebetulnya bisa lebih banyak kalau salah satu jenis BBM itu subsidinya dihilangkan, itu yang pernah saya dengar,” jelas Irwan Nursaid.
Perwakilan dari HMI Cabang Pangkep Fajri menyampaikan bahwa pihaknya menolak kebijakan penghapusan BBM Research Octane Number (RON) 88 karena itu akan berdampak pada masyarakat kecil, dirinya juga menyampaikan bahwa pihaknya akan menunggu kesiapan DPRD Pangkep untuk melaksanakan Rapat Dengar Pendapat.
Berikut tuntutan aksi Aliansi Peduli Ekonomi Rakyat:
1. Menolak kebijakan penghapusan BBM bersubsidi jenis premium.
2. Mendesak DPRD Pangkep untuk mengadakan ‘Rapat Dengar Pendapat’ antara Aliansi Peduli Ekonomi Rakyat serta pihak-pihak terkait soal penghapusan BBM bersubsidi jenis premium.
3. Mendesak pemerintah dan pihak Pertamina untuk mengkaji ulang kebijakan penghapusan BBM bersubsidi jenis premium karena berdampak serius terhadap kondy masyarakat menengah kebawah.
Reporter: Faried
Editor: Sukma Paramita


Tinggalkan Balasan