SimpulRakyat.co.id, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin menyoroti pemenuhan komoditas pangan dari dalam negeri, lantaran importasi beberapa komoditas pangan sejak tahun 2020 masih terus saja berlangsung.

“Saat ini situasi pangan kita tidaklah benar-benar aman dari sisi pemenuhan komoditas pangan dari dalam negeri,” kata Akmal dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Selasa (24/8).

Lanjut dikatakan, impor pada tanaman pangan, horti maupun hasil peternakan dapat mengakibatkan nilai tukar petani menurun.

“Impor masih terjadi sana-sini baik di tanaman pangan, horti maupun peternakan seperti daging sapi. Bahkan Nilai Tukar Petani (NTP) bulan Juli pun menunjukkan penurunan dari bulan sebelumnya,” tambah wakil rakyat dapil Suawesi Selatan II ini.

Selain itu, Akmal menuturkan kenaikan angka pengangguran di masa pandemi ini berpotensi menurunkan daya beli dan meningkatkan kerawanan pangan dan gizi, sehingga pemerintah perlu memberi solusi pangan yang terjangkau untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga.

“Negara kita perlu solusi pangan yang berkesinambungan, dimana tersedia produk pangan yang murah untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga, sekaligus memiliki kualitas gizi yang baik,” tutur Politisi PKS ini.

Selain dapat memenuhi kebutuhan pangan yang baik, sambung Akmal, pemenuhan kebutuhan dalam negeri sekaligus akan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Food estate yang sudah berjalan sejak pemerintahan zaman Presiden Suharto dan banyak gagal, kemudian mulai digalakkan kembali oleh Presiden Jokowi sejak tahun 2020, tapi hingga kini belum menyelesaikan persoalan pangan nasional,” papar dia.

Diketahui, food estate ini menjadi salah satu Program Strategis Nasional (PSN) 2020-2024, dibutuhakan evaluasi berkala per triwulan untuk mengetahui target dan tujuanya.

“Jangan sampai negara ini rugi dua atau tiga kali, seperti dana keluar besar akibat food estate, tapi importasi jalan terus. Akibatnya Petani tidak sejahtera, Negara merugi sangat besar, Lingkungan terganggu dan hubungan masyarakat dengan negara kurang baik” pungkas dia.

Reporter: Abd Gaffar
Editor: Sukma Paramita