SimpulRakyat.co.id, Jakarta – Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) meminta Pemerintah untuk menyederhanakan administrasi pendaftaran vaksin Covid-19 di Indonesia.

Hal itu disampaikan Jk saat memberi sambutan pada acara vaksinasi Covid-19 di Gedung Nindya Karya, Jl MT Haryono Kav 22 Cawang, Jakarta Timur, Minggu (29/8).

“Saya sudah menyampaikan ke Pak Menteri (Menkes Budi Gunadi Sadikin) bahwa yang menyebabkan keterlambatan (vaksinasi-red) karena terlalu ribet administrasinya,” kata Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) ini.

Ia pun membandingkan pelaksanaan vaksin di Indonesia dengan negara luar, menurut JK tak harus daftar online.

“Coba lihat di luar negeri, orang cukup datang saja bawa kartu langsung disuntik, kalau kita harus daftar online dulu kemudian dicek, lalu direkap, setelah itu dipanggil dan itu memakan waktu,” ujar JK.

JK juga pertanyakan, bagaimana cara warga daftar online jika tak memilik smartphone.

“Dan ini orang yang tidak punya smartphone tidak mudah untuk mendaftarkan diri,” ungkap Ketua Umum IKA Unhas ini.

Jusuf Kalla juga mengingatkan Pemerintah bahwa pemberian vaksin Covid-19 tidak sama dengan pembagian bantuan sosial sembako, sehingga mekanisme pemberian vaksin tersebut harus cepat dan tidak memperumit masyarakat.

“Saya selalu bilang vaksin itu beda dengan pembagian sembako. Kalau pembagian sembako orang mau saja menerima sembako sampai 5 kali sehari untuk itu harus diverifikasi,” imbuh JK.

“Kalau vaksin tidak ada orang yang mau divaksin sampai 2 kali dalam sehari, 2 kali sebulan pun orang harus dibujuk dulu supaya mau. Jadi jangan khawatir ada kecurangan dalam menerima dosis vaksin,” tambah politisi asal Sulsel ini.

Reporter: M Arif Alif
Editor: Sukma Paramita