SimpulRakyat.co.id, Pangkep – 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pangkep kini telah berjalan. Hal ini disampaikan Bupati Kabupaten Pangkep, H Muhammad Yusran Lalogau dalam paparan capaian program 100 hari bupati dan wakil bupati Pangkep yang berlangsung Rabu pagi (9/11) di Ruang Pola Kantor Bupati Pangkep.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Pangkep, Ahmad Amiruddin menyampaikan pernyataan terkait kinerja 100 hari bupati dan wakil bupati pangkep. HMI sejauh ini turut mengamati setiap program yang diluncurkan bupati terhitung sejak pelantikan pada 26 Februari lalu.

“Setidaknya ada 2 poin yang mendasar yang perlu mendapat apresiasi positif dalam 100 hari kerja bupati dan wakil Pangkep yakni upaya Pemda dalam merampingkan OPD dari 37 menjadi 29 yang dinilai bisa lebih mengefektifkan kinerja perangkat daerah dalam sektor pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat yang bisa diintegrasikan. Selain itu, upaya Pemda dengan seluruh elemen terkait utamanya Tim Bupati untuk Percepatan Pembangunan Daerah (TBUP2D) yang dengan cepat menuntaskan pembahasan RPJMD dinilai cukup memuaskan, tinggal butuh breakdown program ditatanan OPD yang tepat dan prioritas,” ungkapnya.

Saat ini kinerja Pemerintah Daerah sebagaimana arahan Presiden RI pada 14 April lalu mengungkapkan bahwa program Pemda harus goal oriented dan result oriented. Pemda dituntut untuk tidak bekerja sebagaimana rutinitas pada umumnya, namun harus berinovasi dan memiliki ketepatan dan kecepatan dalam mengeluarkan kebijakan dan sesuai dengan skala prioritas yang jelas. Disamping itu tetap mengatur rem dan gas dalam hal pemulihan kesehatan dan pemulihan ekonomi.

“Program 100 hari kerja bupati dan wakil bupati Pangkep memang belum sepenuhnya maksimal, namun setidaknya mampu meletakkan pondasi dari visi misi dasacita Pangkep hebat, gerak cepat Bupati dan Wakil Bupati memang nampak dari 100 hari kerja ini, besar harapan ini juga dibarengi kinerja OPD dalam menciptakan inovasi program,” tambah Amir.

Lebih lanjut HMI Cabang Pangkep mengingatkan 2 hal yang jadi konsen HMI Cabang Pangkep harus tetap diprioritaskan oleh Pemda terkait upaya menurunkan angka kemiskinan dan optimalisasi sektor kelautan dan perikanan sebagai sektor unggulan.

“Masih segar diingatan pernyataan Bupati pada Hari Jadi Pangkep ke-61 bulan April lalu untuk menurunkan angka kemiskinan hingga 1 digit, hal tersebut tentunya jadi tantangan tersendiri mengingat data terbaru yang menunjukkan persentase kemiskinan masih berada diposisi 13,96 %. HMI akan senantiasa mengawal setiap kebijakan dan menjadi mitra kritis Pemda,” pungkasnya.