Di Hari Nelayan Nasional, PPNI Minta Pemda dan Polres Jangan Tutup Mata

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Peringati Hari Nelayan Nasional (HNN) Mahasiswa Kecamatan Liukang Tangaya Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) yang tergabung dalam Pemuda Pemerhati Nelayan Indonesia (PPNI) berunjuk rasa di Kantor Bupati dan Kantor Polisi Resort (Polres) Pangkep, Kamis (8/4/2021).

Jenderal lapangan (Jendlap), Rafiudin menyampaikan dalam orasinya bahwa kondisi sejak berdirinya pemerintahan untuk memberikan kebijakan kepada para nelayan agar bisa merasakan kesejahteraan itu belum berefek khususnya di Kecamatan Liukang Tangaya.

Baca Juga

“Pada momentum Hari Nelayan Nasional yang dimana sampai saat ini nelayan masih dalam benturan problematika antara tenggelam di laut atau terseret arus kebijakan para kaum pemerintah, kondisi realitas saat ini sejak berdirinya pemerintahan untuk memberikan kebijakan kepada nelayan agar bisa merasakan kesejahteraan, namun sampai saat ini pemerintah belum mampu memberikan efek kesejahteraan kepada nelayan,” ujar Rafiudin.

“Kurangnya perhatian dan pendampingan atau penyuluhan, sehingga banyak kebijakan lari dari porosnya, salah satunya adalah perlindungan dan pemberdayaan bagi masyarakat nelayan kecil,” tambah dia.

Masih di tempat yang sama, demonstran meminta Pemerintah Daerah (Pemda) jangan tutup mata terhadap nelayan Kabupaten Pangkep dan tegakkan Tupoksinya sesuai UU No 7 Tahun 2016 dan Polres Pangkep harus mengusut tuntas kasus Destruktif Fishing.

“Undang-undang No 45 Tahun 2009 tentang perikanan, maka dari itu kami minta pihak Polres Pangkep harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap pelaku peraktik Destruktif Fishing,” pungkasnya.

Berita Menarik Lainnya