Petani Menjaga Generasi Tanah, Terisno Lakukan Ini

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Bertani bukan cuman menanam pohon tapi juga merawat tanah, inilah teknik bertani yang dikembangkan Terisno, pemuda asal Kabupaten Sidrap lulusan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, sudah setahun lebih Terisno menekuni dunia pertanian di Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Rabu (3/3/2021).

Dalam waktu yang cukup lama, Petani mudah ini lebih tertarik menanam sayuran dan tanaman obat, hal ini diungkapkan Terisno kepada media ini saat ditemui di ladang sayur.

Baca Juga

“Sudat satu tahun lebih, saya menanam sayuran, seperti selada, pakcoy (Bok choy), cabe, terong, tomat, kangkung dan tanaman obat juga,” jelasnya.

“Kalau pupuk saya menggunakan semi organik, itu ada dua macam, untuk dasar saya menggunakan pupuk organik, kemudian kelanjutannya saya pake pupuk kimia yang non subsidi, saya tidak menggunakan pupuk subsidi karena selama ini saya lihat, pupuk subsidi itu tidak mudah terserap oleh tanah sehingga untuk mengejar target produksi itu agak susah,” paparnya.

Terisno sangat menghindari penggunaan pupuk sintetis kimia yang berkelanjutan karena dampaknya sangat besar untuk masa depan tanah untuk generasi selanjutnya.

“Selain itu, jika kita ingin ketahanan pangan, mainset dan pola pikir kita harus berubah, karena saya perhatikan petani kebanyakan fokus ke pohon bukan ke tanah, sementara pohon dan tanah adalah ekosistem yang saling membutuhkan, contoh menggunakan pupuk sintetis (kimia) untuk memacu produksi, sementara yang jadi masalah adalah generasi tanah berikutnya, jika kita terlalu bergantung pada pupuk dalam sektor pertanian ini, besar kemungkinan beberapa tahun yang akan datang struktur tanah akan rusak, karena kimia sintetis itu sangat berbahaya untuk kehidupan tanah,” terangnya.

“Bertani itu sebenarnya menurut saya bukan merawat tumbuhan tapi merawat tanah, ketika tanah itu sehat yakin tumbuhan juga akan sehat,” pungkasnya.

Berita Menarik Lainnya