SimpulRakyat.co.id, Jeneponto – Akses jalan penghubung di dua kecamatan di Kabupaten Jeneponto terputus, yakni jalan penghubung Kelurahan Tonrokassi Timur, Kecamatan Tamalatea dengan Desa Maero, Kecamatan Bontoramba, ambles.

Akibatnya, sejumlah kendaraan roda dua dan empat tidak bisa melewati jalan tersebut.

Untuk sampai ke tempat tujuannya, maka para pengendara harus berputar dan mencari akses jalan lainnya.

Menurut penuturan warga setempat, Lahasan bahwa plat dekker jembatan yang menghubungkan Desa Maero itu ambles diperkirakan terjadi sejak pagi tadi, Sabtu (20/03/2021).

“Plat dekker itu ambles diduga karena pondasinya tergerus dan terbawa arus air (banjir) yang terjadi beberapa hari lalu,” terang Lahasan ke media ini.

Atas kejadian tersebut, mendengar laporan dari Babinsa, tim dari Posko Bencana Alam Kabupaten Jeneponto melakukan survei atau pemantauan langsung di lokasi tersebut.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Jeneponto, Firman Saleh yang ditemui di lapangan saat melakukan pemantauan mengatakan, untuk sementara ini pihaknya hanya turun mensurvei dan akan melaporkan ke atasannya.

“Untuk rencana perbaikan plat dekker (jembatan penghubung) akan segera dikerjakan, apalagi ini penghubung jalan di dua kecamatan,” pungkas Firman Saleh.

Sementara itu, terlihat Babinsa dan Bhabinkamtibmas Tonrokassi Timur bersama dengan masyarakat kompak membuat jalan alternatif untuk dilalui sementara.

Tak hanya itu, peristiwa ini juga mendapat perhatian dari Pergerakan Aktivis Mahasiswa (PAM) Sulsel.

Ketua PAM Sulsel, Yudistira mengaku akan melakukan aksi demonstrasi jika dalam waktu dekat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Jeneponto tidak memperbaiki akses jalan tersebut.

“Kami meminta kepada pemerintah daerah untuk segera mungkin memperbaiki akses jalan penghubung (dekker) dua kecamatan itu, ketika beberapa hari ke depan pihak pemerintah daerah tidak menindaklanjuti perihal kejadian tersebut, maka lembaga kami (PAM Sulsel) akan melakukan aksi demonstrasi,” tegas dia.