Jual Narkoba ke Sopir, Tiga Petani di Gowa Diringkus Polisi

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Gowa – Pascadilakukan penangkapan terhadap 3 orang petani karena melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkoba, kembali Polres Gowa menggelar jumpa pers di halaman kantor Polres Gowa.

Ketiga pelaku diamankan pada Jumat 26 Februari 2001, sekira pukul 23.00 Wita di tiga lokasi berbeda. Mereka merupakan petani dan warga kecamatan Tinggimoncong serta Tombolo Pao Kabupaten Gowa.

Baca Juga

Ketiganya diamankan di Dusun Bontotangga Desa Kanreapia, Dusun Bontolebang Desa Kanreapia dan di Buluballea Kel.Pattapang Kec.Tinggimoncong saat melakukan transaksi narkoba.

Inisial dan peran dari tiga tersangka diantaranya MA (16) berperan sebagai Kurir dan pemakai lalu IF (22) berperan sebagai Bandar dan pakai selanjutnya MZ (23) berperan sebagai pengedar sekaligus pemakai.

Hasil keterangan yang dikumpulkan penyidik menjelaskan bahwa, Sabu yang dikuasainya dibeli dari bandar di Makassar kemudian dijual kepada para sopir mobil angkutan sayur seharga Rp200 ribu pascaterima pesanan via chatingan.

Barang bukti yang berhasil diamankan personil Unit Intel Tombolo Pao berupa Shabu seberat 1.13 gram dan uang hasil penjualan Shbu sebesar Rp400 Ribu.

Kasubbag Humas Polres Gowa AKP MTambunan saat menggelar konferensi pers didampingi Kasat Narkoba Polres Gowa AKP Maulud menjelaskan, shabu tersebut dijual kepada sopir karena mereka telah mengetahui informasi bahwa para sopir membutuhkan barang haram tersebut.

“Shabu digunakan untuk menambah kekuatan fisik disaat membawa mobil ke beberapa daerah,” jelasnya.

Dari hasil pendalaman, tidak ditemukan adanya keterkaitan para tersangka dengan penangkapan terhadap beberapa orang petani di daerah pedesaan beberapa waktu lalu di Kecamatan Biringbulu dalam kasus penyalahgunaan narkoba ini.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 subs 112 ayat 1 Jo 132 UU no 35 THN 2009 ttg narkotika dgn ancaman hukum minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara.

Kapolres Gowa AKBP Budi Susanto saat dikonfirmasi terpisah mengatakan, dirinya berharap para petani tidak mudah terpengaruh dengan narkoba.

“Saya berharap para petani jangan mudah terpengaruh dengan narkoba karena akibatnya sangat fatal baik bagi kesehatan bahkan ekonomi keluarga dan imbas dari semua ini keluarga kita bisa jadi berantakan bila sudah terjerumus,” tegas AKBP Budi Susanto. (*)

Berita Menarik Lainnya