Aksi Simpatik, Warga Pangkep Dukung Pembangunan Rel Kereta Api

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Antusiasme masyarakat menyambut mode angkutan baru di Sulsel, berupa kareta api kembali diperlihatkan di Kabupaten Pangkep.

Masyarakat Pangkep yang dikomandoi Duta Internasional Centre berkumpul di pusat kota Pangkep, Tugu Bambu Runcing, bersama berbagai elemen masyarakat menyuarakan dukungan terhadap pembangunan jalur Rel Kereta Api.

Baca Juga

Dukungan itu mereka lakukan dalam bentuk aksi simpatik dengan berorasi dan membagikan selebaran.

Menurut Agus, selaku Koordinator aksi, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk memberikan edukasi, motivasi dan dorongan kepada masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama menyukseskan percepatan pembangunan jalur rek Kereta Api.

“Kita ketahui bersama bahwa dengan keberadaan kereta api ini untuk jangka panjang akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Pangkep khususnya dan Sulsel pada umumnya,” kata Agus, Selasa (23/3).

Lanjut dikatakan, stasiun kereta api yang ada pada beberapa titik di Pangkep tentunya akan menghidupkan UKM dan menciptakan kota baru di sekitarnya.

“Dilain sisi dengan keberadaan kereta api akan meningkatkan mobilitas dan pergerakan keluar masuk barang dan kebutuhan masyarakat Pangkep,” tambah dia.

Ia juga mengatakan, masyarakat Pangkep yang beraktivitas di luar kota atau Makassar, tentunya tidak lagi tinggal di Makassar, namun tetap dapat berdomisili di Pangkep, walaupun bekerja di Makassar atau daerah lain yang dilalui kareta api karena waktu tempuh yang singkat.

“Terkait adanya beberapa permasalahan yang timbul seperti pembebasan lahan, maka masyarakat mendesak pemerintah setempat dan pihak perkereta apian serta pihak-pihak terkait dapat duduk bersama untuk menemukan solusi bersama,” ujar dia.

Dikatakan pula, pada dasarnya masyarakat mendukung pembangunan jalur kereta api, namun disisi lain masyarakat tidak boleh dirugikan, sehingga pemerintah daerah hadir sebagai jembatan menyatukan dan menyelesaikan permasalahn tersebut.

“Masyarakat pangkep adalah masyarakat yang humanis dan memahami bahwa proyek ini adalah proyek nasional yang mesti didukung,” pungkasnya. (*)

Berita Menarik Lainnya