SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Robohnya bangunan talud sungai yang ada di Kampung Polewali, Kelurahan Tekolabbua, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, menjadi sorotan warga setempat.
Seorang sumber yang enggan namanya ditulis ke media ini mengatakan, bangunan talud tersebut masih tergolong baru, namun kualitasnya memprihatinkan sehingga mengalami roboh.
“Talud ini dugaan saya baru empat bulan dibangun, namun sudah roboh karena mungkin tiang pancangnya yang kurang dalam,” ungkap sumber saat ditemui tim investigasi kantor berita Simpul Rakyat di Kampung Polewali, Selasa (5/1/2021).
Sementara itu, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Rakyat (LSM Perak) Sulsel, Adiarsa MJ SE SH turut menyoroti kualitas pembangunan talud yang ada di Kampung Polewali tersebut.
“Aparat hukum dalam hal ini sudah harus memanggil pejabat pembuat komitmen (PPK) dan kontaktornya karena patut diduga kualitas bangunannya harus dipertanyakan. Kami menduga pekerjaannya asal jadi dan kami minta tim teknis aparat hukum diturunkan segera,” ungkap Ketua LSM Perak ke media ini.
Di tempat terpisah, Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pangkep, Agus Salim yang dihubungi via telepon mengatakan, dirinya lagi kurang sehat, sehingga Agus mengarahkan ke Bidang Pengairan PU Pangkep untuk dikonfirmasi.
“Saat ini saya lagi kurang sehat, jadi tolong hubungi bagian pengairan karena itu bidangnya,” singkat Agus Salim ke Simpul Rakyat.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengairan PU, Ikra yang dihubungi media ini mengatakan, pekerjaan talud yang ada di Kampung Polewali Tekolabbua masih tahap pemeliharaan.
“Insya Allah, lewat musim hujan kami akan memperbaiki (talud), sudah ada juga surat keterangan bencana banjir dari kelurahan,” kata Ikra.
Lanjut diterangkan, pihaknya belum memperbaiki bangunan talud yang roboh tersebut, lantaran kondisi cuaca di musim hujan ini menyulitkan untuk dikerjakan.
“Kalau kita kerja sekarang rawan karena masih musim hujan dan air masih tinggi, apa lagi di bagian situ (Kampung Polewali) daerah tabrakan air. Kemarin kami konfirmasi tunggu hujan reda baru diperbaiki. Kami juga berharap semua eleman masyarakat, LSM, media bantu kami kontrol kalau ada yang begitu laporkan ke kami dan kami akan tidak lanjuti,” pungkas Ikra.


Tinggalkan Balasan