SimpulRakyat.co.id, Jailolo Halmahera Barat – Dianggap menghina dan mencaci maki Hari Kemerdekaan NKRI serta memposting Kemerdekaan Republik Maluku Selatan (RMS), seorang Pemuda yang bernama Harvy Telusa (19) telah diamankan di Polres Halmahera Barat (Halbar), Senin (18/07/2020).

Diketahui, Harvy Telusa yang merupakan warga Desa Akediri, Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat kini diamankan di Polres Halbar.

Berikut adalah isi postingan yang menyebar di media sosial oleh tersangka.

“My Freedom has four colors Mena Muria. Dirgahayu Republik Maluku Selatan Tercinta. Dirgahayu negara korupsi, negra dimana org beruang lebih berkuasa. Negara penjaja, negara rakus. Negara kudacuki. HP kaya loco ni, baru tamba jaringan 999+ trusss. Negara ni mau cuki mangkali. Negara korupsi pe kuat, Makang tuh NKRI harga Babi,”

Harvy yang sebelumnya diamankan di Kantor Koramil 1501-03/Jailolo dan sedang dimintai keterangan serta pendalaman tentang tujuan dari postingannya, kemudian dirinya diserahkan ke penegak hukum dalam hal ini Polres Halbar untuk diproses lebih lanjut.

Kristina Tege, ibu Harvy, saat ditemui wartawan di Mapolres Halbar, Senin (17/08/2020) menyampaikan, kejadian ini mungkin karena pengaruh dari ayahnya karena belum lama ini ayah dari Harvy telah ditahan oleh pihak keamanan di Ambon.

”Ini mungkin pengaru karena dia (Harvy Reed) tahun kemarin ada pulang di Ambon dari situ mungkin ada pengaruhnya, dan memang ayahnya baru keluar dari tahanan dan kasusnya seperti ini juga saol RMS,” ucap Kristina.

Ibu kandung dari tersangka ini ditanya terkait berapa lama ayahnya ditahan dan kapan kejadiannya, mengatakan, dirinya tak tahu karena Ayah Harvy tidak menceritakan.

”Saya hanya tau dari suami saya yang baru saja telpon saya, katanya dia baru keluar dari tahanan karena kasus RMS, namun dia tidak menceritakan kejadiannya seperti apa,” jelasnya.

Terpisah, Kasat Intel Polres Halbar Iptu Risky saat di konfirmasi membenarkan, bahwa adanya kejadian tersebut namun sementara masih dimintai keterangan.

”Iya ada kejadian itu dan sekarang kami masih dalami,” cetus Kasat Intel Polres Halbar. (MH)