Merasa Haknya Dirampas, Warga Dusun Taman Roja Minta Kadusnya Dicopot

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Perwakilan warga Dusun Taman Roja bersama beberapa RT dan RW menyambangi Kantor Desa Batara, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, Senin (27/7) kemarin.

Kedatangan warga tersebut untuk mendesak Kepala Desa (Kades) Batara Muhammad Arham untuk mencopot Kepala Dusun (Kadus) Taman Roja dari jabatannya, Senin (27/7) kemarin.

Baca Juga

Hal itu lantaran Kadus Taman Roja dituding oleh warga telah merampas hak atas beberapa tanah yang tidak lain adalah keluarga dekat oknum Kadus itu sendiri.

Menurut keterangan seorang saksi, sekaligus mengaku korban, Nuraeni mengatakan, tanah yang mereka kelola selama bertahun-tahun dan telah menjadi hak milik orangtuanya yang bernama Pattola Bin Renre telah diambil alih oleh oknum Kadus tersebut.

“Tanah ini sudah lama kami kelola, pak. Mulai saat bapak kami (alm Pattola Bin Renre) masih hidup, hinggah turun (diwariskan) ke kami, semua warga Dusun Taman Roja tahu akan hal itu,” ungkap Eni sapaan akrabnya.

Lanjut dijelaskan, tanah tersebut sekarang dikelola dan ditanami padi oleh Kadus Taman Roja berdasarkan Surat Keterangan Hibah dari pemerintah desa.

“Almarhum bapak saya anak yang tertua, dan istri mantan Kadus dan juga Ibu kadus yang sekarang adalah anak kedua, dia pun seorang perempuan yang sebenarnya juga sudah memiliki tempat sendiri, (lokasinya) pas bersampingan dengan tempat alm bapak kami,” tutup Eni.

Masih di tempat yang sama, warga setempat, Bakri mengatakan, seharusnya seorang Kadus tak boleh melakukan hal itu, lantara ia seorang pemimpin di dusun.

“Apa bila ada yang ingin beliau (Kadus) buat, kan harusnya dia sampaikan terdahulu ke warga (transparan), apatah lagi jika hal itu berkaitan dengan orang banyak,”

“Maka dari itu, kami menyampaikan kepada Kepala Desa Batara agar dapat netral dan mengadakan pemilihan dusun, kalau perlu secepatnya,” tegas Bakri.

Sementara itu, Kepala Desa Batara Muhammad Arham mengatakan, pihaknya akan segera berkomunikasi dengan Dinas PMD Pangkep terkait masalah ini.

“Bagaimana sistemnya (Pemilihan Kadus), nanti akan kami surati satu persatu, supaya bapak ibu dapat hadir dan memilih secara semokrasi. Maka dari itu, kami belum bisa ambil keputusan,” terang Arham di hadapan warga.

Pada kesempatan ini, seorang warga yang enggan namanya ditulis, mengancam akan datang kembali ke Kantor Desa Batara dengan massa yang lebih banyak.

“Kami akan datang lebih banyak lagi apabila aspirasi kami tidak terpenuhi dan didengarkan,” ancam dia.

Setelah mendapat penjelasan dari Kepala Desa Batara, para warga dan perwakilan RT dan RW ini membubarkan diri meninggalkan kantor desa tersebut. (Andi Askar)

Disarankan Untuk Anda :