SimpulRakyat.co.id, Makassar – Melihat kondisi pada pemerintahan dibawah kepemimpinan Nurdin Abdullah, khusus bidang tata kelola kemasyarakatan sangat membutuhkan orang yang benar-benar ahli di bidangnya. Hal itu dikatakan oleh Ketua Umum LIMIT Indonesia, Mamat Sanrego, Kamis (25/6).
“Sangat disayangkan jika Jabatan Pj Wali Kota Makassar hanya berlangsung kurang lebih satu bulan, apa yang dapat dicapai dalam satu bulan?, apalagi disaat kondisi Pandemi Covid-19 yang begitu besar gelombangnya dan sangat menghantam semua struktur dalam kehidupan masyarakat,” kata Mamat.
Lanjut dikatakan, sekalipun kewenangan mengganti penjabat tersebut mutlak ada pada Gubernur, namun secara kinerja, belum dapat dievaluasi secara profesional jika hanya dalam kurun waktu singkat seperti 1 bulan.
“Sebab, jika seorang bawahan tidak tunduk atas perintah pimpinan, atau ada tugas yang belum dilaksanakan sesuai harapan Pimpinan, tidak berarti, bahwa bawahan tersebut tidak cakap dalam menjalankan tugas,” ujar dia.
Begitu pula, kata dia, sesuatu yang menjadi pilihan untuk duduk sebagai Pj Wali Kota, tentu melalui uji kelayakan dan dianggap memiliki kapasitas yang cukup.
Lanjut Mamat, siapapun yang duduk sebagai Pj Wali Kota, jika hanya diberikan waktu sebulan untuk menuntaskan semua masalah yang terjadi di tengah masyarakat kota Makassar, ia mengira nantinya setiap bulan akan terganti, dan hal itu akan tercipta sendiri atas nilai-nilai ketidakmampuan pemimpinnya untuk memilih Penjabat Wali Kota Makassar.
“Sebab, kredibilitas seorang pemimpin adalah kualitas, kapabilitas, atau kekuatan untuk menimbulkan kepercayaan publik yang dilandasi dari nilai nilai kepercayaan dari si pemilih itu sendiri dengan tanpa keraguan, serta memberikan keleluasaan penuh dengan tetap bertindak berdasarkan Peraturan Perundang-undangan,” pungkas Mamat Sanrego. (**)


Tinggalkan Balasan