Bentuk DPC se-Sulsel, Gerakan Sosial Peduli Indonesia Jaring Para Tokoh

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Makassar – Gerakan Sosial Peduli Indonesia (GSPI) DPD Sulsel memulai gerakannya di Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan membentuk Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Sulsel, DPC yang sudah terbentuk adalah Kota Makassar dan Kabupaten Takalar, serta beberapa kabupaten lainnya sementara dalam tahap penyusunan kepengurusannya.

Ditemui di Warkopta’ Jl Onta Lama, Selasa (23/6), Deng Uya, menyampaikan bahwa di Sulsel telah terbentuk DPC GSPI, yang mana diawali dari DPC Makassar dan Kabupaten Takalar.

Baca Juga

Deng Uya mengatakan, salah satu dewan penasehat yang akan diajak bergabung di DPD GSPI  Sulsel adalah Hafid S Fasha, ia adalah salah satu figur yang peduli terhadap persoalan keagamaan, pertanian, ekonomi, UMKM, sosial, kesehatan dan pendidikan,

“Insya Allah dengan bergabungnya beliau (Hafid S Fasha) di Dewan Penasehat GSPI Sulsel diharapkan dapat membantu gerakan sosial di masyarakat yang merupakan program utama dari GSPI,” kata dia.

Selain Ketua DPD GSPI Sulsel, hadir juga Ketua DPC Makassar Erwin sapaan akrabnya, dia juga memberi apresiasi yang luar biasa kepada Ketua DPD GSPI Sulsel yang berjuang untuk memajukan organisasi tersebut.

“Kami DPC GSPI Kota Makassar juga akan merekomendasi sejumlah tokoh yang peduli terhadap persoalan sosial,  Insya Allah akan seiring dengan Ketua DPD Sulsel sehingga GSPI Sulsel dapat eksis membantu dan melakukan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat miskin,” ujar Ketua DPC GSPI Makassar.

Dihubungi via Handphone, Hafid S Fasha menyatakan bahwa dirinya siap menjadi Dewan Penasehat GSPI karena selama ini dirinya fokus pada bidang pertanian, keagamaan, ekonomi kerakyatan, sosial, kesehatan dan pendidikan.

“GSPI Sulsel merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat dalam membantu dan melakukan pendampingan bagi masyarakat miskin baik yang ada di perkotaan maupun pedesaan, serta selaras dengan program pemerintah propinsi sulsel, khususnya di kabupaten Maros dalam mengembangkan potensi sumber daya manusia yang unggul dan tangguh,” tutup Hafid S Fasha mengakhiri percakapan via telepon. (Restu)

Berita Menarik Lainnya