241 Santri DDI Mangkoso Ikut Rapid Test Gratis di Pangkep

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Makassar – Sebanyak 241 santri dan santriwati DDI Mangkoso asal Pangkep menjalani rapid test gratis di Laboratorium Kesehatan Daerah (Kesda) Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Kamis (25/06/2020).

Alumni IMPAK Ustadz Mahrus Amri Lc Ma mengatakan, salah satu persyaratan kembali mondok di DDI Mangkoso Sulawesi Selatan, para siswa dan siswi harus mendapatkan surat keterangan rapid test dari dinas terkait, dimana santri tersebut tinggal dengan berdasar pada KTP, KK dan Kartu Siswa.

Baca Juga

“Dengan dilaksanakanya rapid test ini, kami alumni IMPAK mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada bupati dan wakil bupati, Dinas Kesehatan Pangkep dalam hal ini Dirut Rumah Sakit Batara Siang yang telah memfasilitasi, guna rapid tes untuk adik-adik yang menempuh pendidikan agama di DDI Mangkoso,” kata Ustadz Mahrus Amri.

Lanjut dikatakan, syarat kembali mondok ke Pesantren DDI Mangkoso, para santri diwajibkan memiliki surat sehat bebas dari virus Covid-19.

“Karena Salah satu persyaratan masuk mondok siswa-siswi DDI Mangkoso harus steril tentunya santri sudah dirapid tes oleh pihak kesehatan terkait kalau tidak memiliki hasil rapid test wiswa tidak bisa masuk kampus,” tutup Ustadz Mahrus Amri.

Salah seorang santri asal Pulau Balang Lompo, Abd Rahim mengatakan, ia bisa kembali mondok dengan bantuan Dinas Kesehatan Pangkep yang memberikan fasilitas rapid test secara gratis.

“Dengan adanya rapid tes gratis yang diselenggarakan oleh pihak Dinas Kesehatan, kami bersama teman yang lain bisa kembali ke pondok guna melanjutkan pendidikan. Tak lupa kami ucapkan banyak terima kasih kepada IMPAK yang telah memediasi kami guna lakukan rapid tes,” ujar Abd Rahim

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Kabupaten Pangkep, dr Annas Ahmad mengatakan, hasil rapid test dari 241 santri dan santriwati DDI Mangkoso itu, terdapat 3 santri yang reaktif.

“Dari hasil rapid tes ada 3 orang santri yang reaktif dan kami dari pihak dinas kesehatan akan melakukan tindakan penaganan medis lebih lanjut,” pungkas dr Annas.

Penulis: Ismail K

Disarankan Untuk Anda :