SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Berdasarkan data RSUD Batara Siang Kabupaten Pangkep, Jumat (1/5/2020), tercatat 10 Santri dari Magetan, Jawa Timur dinyatakan positif pada hasil rapid diagnostic test (RDT) Covid-19.

Para Santri tersebut akan dikarantina di Swissbell Hotel Makassar, untuk mendapatkan perawatan medis, sembari menunggu hasil swabnya dalam empat hari kedepan.

Meski demikian, kondisi kesehatan para santri ini pun sangat sehat sehingga mereka dimasukkan dalam klasifikasi Orang Tanpa Gejala (OTG) dan masuk dalam kluster Timboro.

Juru bicara gugus tugas COVID-19 Pangkep, dr Annas Ahmad mengatakan bahwa dari hasil tracking memang menunjukkan para OTG tersebut sempat melakukan interaksi dengan orang banyak.

Namun pihaknya belum berani mengambil kesimpulan apakah akan dilakukan tindakan isolasi wilayah, karena yang menentukan positif atau negatifnya orang adalah hasil swab-nya.

“Kami tunggu hasil swab-nya. Kita tidak bisa melakukan tindakan sebelum hasil swab-nya keluar. Tapi untuk saat ini kami minta pihak keluarga maupun orang-orang yang pernah berinteraksi dengan para santri tersebut untuk melakukan isolasi mandiri,” katanya.

Annas pun memastikan hasil swab para santri ini akan keluar dalam empat sampai lima hari kedepan.

“Semoga hasilnya keluar cepat. Pokoknya tindakan baru bisa dilakukan setelah hasil swab-nya keluar,” jelasnya.

Sekadar diketahui, adapun peta penyebaran ke-10 santri tersebut masing-masing 1 orang di Desa Lanne (Puskesmas Bantimala), 2 di Bontoperak, 2 di Bungoro, 1 orang di Mandalle, 1 orang di Tumampua, 1 orang di Pangkajene, 1 Orang di kampung Balanakang dan 1 orang di Pulau Sabutung.

Dari hasil pelacakan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, para santri ini pun sempat melakukan interaksi dengan warga, baik melalui salat berjamaah dan sejumlah kegiatan sosialnya lainnya. (Agus)