SimpulRakyat.co.id, Halmahera Barat – Kepala Desa (Kades)  Bubanehena Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) mengakui warga tidak merasa waw-was dengan kehadiran Bupati di Teluk Rappa dengan tujuan Isolasi diri selama 14 Hari.

Kades Bubanehena Iswan mengatakan, Isolasi diri yang dilakukan oleh Bupati Halbar yang berlokasi di Tanjung Rappa Bubanehena ini bukan atas dasar rujukan dari dinas terkait dalam penanganan covid-19, tetapi atas dasar kemauan bupati sendiri sebagai bentuk kepedulian pada aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

“Walaupun bupati sampai sejauh ini tidak di diagnosa sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Perlu diketahui bahwa status Bupati Halbar saat ini ialah Orang Tanpa Gejala (OTG),” ungkap Iswan pada wartawan melalui via telepon, Rabu (01/04/2020).

Iswan menjelaskan, terkait dengan kehadiran bupati di lokasi wisata Tanjung Rappa yang berlokasi di desa bubanehena ini warga tidak merasa was-was, walaupun diketahui bupati sebelumnya baru kembali dari daerah yang sudah terpapar Covid-19.

“Sebenarnya bukan hanya pak bupati saja yang sedang berada di wilayah Bubanehena, tetapi ada juga sekitar sepuluh warga yakni anak-anak mahasiswa yang juga baru pulang dari luar daerah yang terpapar covid-19,” terangnya.

Dirinya juga menambahkan bahwa Justru tempat isolasi bupati itu jauh lebih aman karena  berada di wilayah tersendiri yang saat ini sudah ditutup untuk umum kecuali bupati saja yang ada di dalam.

“Memang ada seorang warga yang mempertanyakaan via telepon terkait lokasi wisata yang digunakan oleh pak bupati sebagai tempat isolasi bahwa menurut pak kades bagaimana, dan saya mengatakan. Sama saja karena setiap orang itu akan di isolasi tinggal bagaimana dan dimana dia diisolasi jika dirumah pribadi tentu sama saja sebab yang bersangkutan juga tidak bisa berinteraksi keluar dengan masyarakat seperti halnya dengan pak bupati,” cetusnya.

Sampai sejauh ini lokasi bupati sangat aman karena lokasi yang ditempati bupati sangat jauh dari penduduk warga, sebelumnya dikasih dua pilihan mau ke tempat pariwisata atau ke kediaman di dalam kampung, jadi Bupati memilih di tempat wisata karena jauh lebih aman.

”Lokasi wisata tersebut jauh dari rumah rumah warga, jadi warga juga tidak merasa was was dan saya rasa lokasi yang strategis untuk melakukan isolasi diri,” pungkasnya. (MH)