Bisa Didenda Rp500 Juta

  • Whatsapp
M Dahlan Abubakar (Wartawan Senior)

SimpulRakyat.co.id, OPINI – Sebagai salah seorang wartawan senior di Sulawesi Selatan, setiap ada wartawan yang memperoleh perlakuan yang tidak menyenangkan dari pihak tertentu jelas saya merasa miris dan prihatin.

Masyarakat kita, bahkan dari kelompok yang berpendidikan, belum memahami fungsi pers sebagai pilar keempat demokrasi.

Baca Juga

Kebelumpahaman ini ditandai dengan masih terdengarnya perlakuan yang berlebihan terhadap para wartawan dalam melaksanakan tugasnya.

Sebagaimana diberitakan media daring hari ini, salah seorang wartawan media daring mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari seorang oknum yang mengaku dirinya salah seorang anggota aparat keamanan di salah satu toko penjualan asesoris telepon seluler di Jl Veteran Makassar.

Wartawan tersebut memperoleh tindakan kekerasan fisik dan perampasan barang miliknya.

Kekerasan terhadap wartawan tidak boleh terjadi, Apa pun alasannya, sesuai UU No 40 Tahun 1999 Tentang Pers disebutkan pada pasal 3 bahwa pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial.

Dalam kaitan dengan kasus wartawan Sya’ban tersebut dia sedang melaksanakan tugas berkaitan dengan penegakan peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PBB) di Kota Makassar yang ternyata diabaikan oleh objek tersebut dengan tetap beroperasi.

Sementara pada pasal 6 UU yang sama disebutkan bahwa Pers nasional melaksanakan peranannya di antaranya memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui; melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum.

Pada pasal 8 disebutkan “Dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum”.

Tindakan oknum tersebut dapat dianggap bertentangan dengan Bab VIII pasal 18 ayat (1) yang berbunyi “Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan pasal 4.

(1) Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara,

(2) Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyesoran, pembredelan, atau pelarangan penyiaran, dan

(3) Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari dan menyebarluaskan gagasan dan informasi,

Dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Tindakan oknum tersebut dalam menyita perlengkapan peliputan milik wartawan jelas bertentangan dengan penjabaran pasal 4 UU Pokok Pers tersebut yang juga diperkuat oleh Peraturan Dewan Pers berkaitan dengan “Standar Perlindungan Profesi Wartawan”.

Sebagaimana tertuang pada butir 3 disebutkan bahwa “dalam melaksanakan tugas jurnalistik wartawan dilindungi dari tindak kekerasan, pengambilan, penyitaan, dan atau perampasan alat-alat kerja, serta tidak boleh dihambat atau diintimidasi oleh pihak mana pun,

Meskipun ada panduan UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers yang menaungi penyelenggaraan profesi, namun para wartawan harus menaati dan mengoreksi diri, apakah sudah melaksanakan atau menaati pedoman operasional pelaksanaan aktivitas jurnalistiknya sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Terkadang karena penuh semangat untuk meliput para wartawan sering mengabaikan dan tidak menaati KEJ-nya sendiri.

Mudah-mudahan saya salah, jangan sampai si wartawan tidak memberitahu jati dirinya sebagaimana dituntut pasal 2 Kode Etik Jurnalistik : “Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik”.

Dalam penjelasan pasal ini disebutkan, cara-cara yang profesional di antaranya adalah “menunjukkan identitas diri kepada narasumber”.

Meskipun di dalam KEJ belum dicantumkan, namun pasal ini tidak berlaku jika wartawan sedang melakukan kegiatan peliputan investigasi.

Oleh sebab itu, saya mengharapkan para wartawan menaati kode etik jurnalistik sebagai landasan yuridis operasional pelaksanaan aktivitas jurnalistiknya.

Penulis: M Dahlan Abubakar (Wartawan Senior)

SimpulRakyat.co.id adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis

Berita Menarik Lainnya