SimpulRakyat.co.id, Biak, Papua – Hari ini, tepatnya 25 tahun silam SMK Negeri 1 Biak, Papua, diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Wardiman Djojonegoro, tepatnya tanggal 4 Novemer 1994 di sebuah desa yang ditempuh dari pusat kota kabupaten Biak Numfor, ke lokasi sekolah sekitar 25 km jaraknya.

SMK Negeri 1 Biak Numfor, Provinsi Papua, sampai saat ini merupakan SMK yang memiliki gedung dan fasilitas termegah di seluruh pelosok Papua dan Papua Barat dengan luas lahan sekolah 5 hektar. Dilengkapi fasilitas laboratorium computer untuk semua  program studi, di antaranya, Program studi Administrasi Perkantoran, Akuntasi, Pemasaran, Perjalanan Wisata dan Perhotelan.

Khusus program studi perhotelan, kini sedang dibangun hotel milik sekolah dengan kapasitas 10 kamar sebagai tempat praktek siswa jurusan perhotelan.

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Biak, Yesaya AP, S. Pd, dalam sambutannya mengatakan bahwa SMK Negeri 1 Biak telah melahirkan sejumlah orang berpendidikan yang saat ini tersebar di seluruh oelisok Indonesia.

“Sampai tahun ke 25 SMK Negeri 1 Biak telah meluluskan 7400 Siswa yang kini telah tersebar di seluruh wilayah Republik Indonesia. Kebanyakan bekerja pada sektor pemerintahan, BUMN, seperti perbankan bahkan dunia usaha lainnya. Sebagian besar bekerja di wilayah Papua dan Papua Barat. Banyak juga pejabat, baik birokrasi dan politisi adalah alumni dari SMK Negeri 1 Biak, dan ini semua menjadi kebanggaan kita semua.” tuturnya.

Sebagai Kepala Sekolah, Yesaya menekankan tiga (3) hal penting, diantaranya model pendidikan kejuruan konvensioanl (school base model) pada awal penerapan berbagai kurikulum SMK tidak lagi mampu  mempersiapkan tamatan yang bermutu tinggi, Sistem “Demand-Driven” sebagai model program pendidikan kejuruan wajib diturunkan dari pasar kerja.

Lanjut dikatakan, untuk dapat merealisasikan  program dimaksud, dibutuhkan peras serta dunia usaha dan dunia industri,  selain itu, standar pendidikan kejuruan yang memberikan kompetensi berdasarkan standar kompetnsi nasional yang baku. Artinya standar kelulusan tidak hanya ditentukan oleh hasil ujian EBTANAS, Tetapi terlebih uji kempetensi yang dicapai oleh para siswa sendiri, dan Sistem pendidikan SMK harus bersifat “multy exit dan multy entry”, artinya pendidikan kejuruan di masa kini dan masa mendatang, dunia kompetensi membuka peluang bagi masuk keluarnya peserta didik dari berbagai satuan, jalur dan jenis pendidikan atas dasar kompetensi yang dimiliki.

Acara puncak HUT 25 Tahun SMK Negeri 1 Biak, Papua, dihadari oleh seluruh Alumni dari Angkatan pertama hingga angkatan ke-25, serta dimeriahkan dengan atraksi tarian dan lagu, baca pusi, tarian daerah dari masing-masing angkatan, dan diakhiri dengan penyerahan sumbangan dari setiap angkatan sebagai bukti cintanya pada almamater SMK Negeri 1 Biak-Papua.

Reporter: Marcel Kalkoy