Kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar Berubah Meningkat atau Menurun?

  • Whatsapp
Nikolas Frets Besitimur, (Ketua DPD KPK TIPIKOR KKT).

SimpulRakyat.co.id, OPINI – Kepulauan Tanimbar memiliki berbagai ragam kemiskinan yang sangat unik, yang terjadi dewasa ini adalah merupakan salah satu keberadaan hidup seseorang yang mengalami kekurangan dengan tidak mampu memenuhi tingkat hidup yang sangat rendah dan juga tidak mampu mencapai tingkat maksimal dari tujuan-tujuan terpenuhinya sebuah kesejahteraan, baik itu dari segi ekonomi, pendapatan dan juga dampak dari kemeskinan pembangunan yang keliru mencapai target keinginan masyarakat.

Salah satu kenyataan yang terjadi adalah perputaran uang nyaris terjadi dalam tiga tahun terakhir ini semakin menggrogoti masyarakat, istilah yang sering kita dengar di rumah – rumah kopi (JOAS, BURITAN dll) yaitu sebanyak Rp. 50.000 s/d Rp.100.000 hanya ada pada kalangan elit dan pejabat tetapi juga mengalir keluar daerah sangat cepat, sebanyak Rp.10.000 s/d Rp. 20.000 ribu putaranya hanya terjadi di lingkup masyarakat kalangan bawah.

Baca Juga

Tujuan dari pengentasan kemiskinan bagi masyarakat di KKT yang terjadi hari ini yaitu konsumsi, kebebasan, hak mendapatkan sesuatu, menikmati hidup dan lain-lain terabaikan dan kualitas pembangunan yang terlihat sangat tidak tepat sasaran, akibat dari kemiskinan maka keluhan hidup masyarakat di Tanimbar ada pada dua harapan (Tergantung pada Pengusaha dan, Usaha Lokal yang tidak berpendapatan hanya cukup untuk kebutuhan makan setiap hari untuk bertahan hidup) tidak mampu mencapai salah satu tujuannya atau lebih.

Pokoknya, Kemiskinan yang terjadi di KKT merupakan permasalahan utama yang selalu dihadapi saat ini, apalagi daerah ini lagi berkembang dengan skala pembangunan yang belum bisa diukur dengan keberhasilan namun sebagian besar “Gatot Kaca” alias “Gagal Total Kacau Balau”.

Imbas dari pembangunan yang tidak tepat sasaran sehingga munculah masalah, pembelanjaan yang dilakukan sudah melebihi target pendapatan menyebabkan Devisit berulang – ulang terjadi setiap tahun diatas angka milyaran rupiah.

Dengan keyakinan sungguh bahwa saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar masih belum bisa menyelesaikan permasalahan kemiskinan ini dalam waktu dekat dengan hanya ukuran WTP (Wajar Tanpa Pengecualian), namun yang teramati dalam kondisi riil masyarakat bahwa “Masyarakat Tanimbar Hidup Antara Harapan dan Kenyataan” yang paling mungkin dilakukan oleh pemerintah daerah adalah wajib dilaksanakan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat agar dapat mengatasi masalah kemiskinan yang terjadi pada tiga tahun terakhir ini.

Kita pahami dan tentu yang akan terjadi adalah apapun kebijakan pemerintah akan sangat tidak berguna apabila masyarakat tidak ikut serta dalam pelaksanaanya.

Dari ulasan uraian panjang tersebut diatas, masih banyak pendududuk di Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang kian berada di bawah garis kemiskinan. Meskipun Pemerintah daearah mengklaim bahwa setiap tahun angka kemiskinan di negeri ini makin hari makin menurun padahal kita sementara diperparah dengan kondisi keuangan daerah yang gagal dikelola untuk mengantisipasi kemiskinan.

Beberapa temuan yang kita telusuri dan juga kita peroleh dari kalangan Politikus, Aktivis, ORMAS, LSM, dan Para Akademisi serta masyarakat awam, ada beragam faktor yang menyebabkan munculnya masalah kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Mari kita lihat satu per satu

1.) Pendidikan yang Terlampau Rendah

Dari ukuran tingkat pendidikan yang rendah maka akan dapat menyebabkan orang kurang memiliki keterampilan tertentu yang diperlukan dalam mengelola hidupnya. Keterbatasan pendidikan atau keterampilan yang dimiliki oleh orang Tanimbar menyebabkan keterbatasan kemampuan seseorang untuk masuk dalam dunia kerja, dan juga hanya bisa bekerja sebagai kuli bangunan dan sifatnya sederhana untuk mencukupkan kebutuhan makan dan minum sehari-harinya.

2). Terbatasnya Lapangan Kerja

Keterbatasan lapangan pekerjaan akan membawa konsekuensi kemiskinan bagi masyarakat. Secara ideal seseorang harus mampu menciptakan lapangan kerja baru sedangkan secara fakta hal tersebut sangat kecil kemungkinannya bagi masyarakat miskin karena keterbatasan modal dan keterampilan yang dimiliki, karena itu diperlukan peran penting pemerintah daerah untuk menyediakan lapangan kerja yang maksimal untuk menunjang kebutuhan hidup masyarakat di Tanimbar.

3). Keterbatasan Modal

Seseorang miskin disebabkan karena mereka tidak mempunyai modal untuk melengkapi alat maupun bahan dalam rangka menerapkan keterampilan yang mereka miliki dengan suatu tujuan untuk memperoleh kebutuhan hidup.

4). Beban Keluarga

Seseorang yang mempunyai anggota keluarga banyak apabila tidak diimbangi dengan usaha peningkatan pendapatan akan menimbulkan kemiskinan karena semakin banyak anggota keluarga akan semakin meningkatnya tuntutan atau beban hidup yang harus dipenuhi.

4). Rendahnya Derajat Kesehatan

Taraf kesehatan dan gizi yang rendah menyebabkan rendahnya daya tahan fisik, daya pikir dan prakarsa.

5). Kondisi Terisolasian

Banyak penduduk miskin di Tanimbar secara ekonomi tidak berdaya karena tempat tinggalnya terpencil dan terisolasi. Mereka hidup terpencil sehingga sulit atau tidak dapat terjangkau oleh pelayanan pendidikan, kesehatan dan gerak kemajuan yang dinikmati masyarakat.

Dari lima (5) faktor diatas yang menyebabkan munculnya kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, karena itu perlu adanya peran Pemerintah Daerah dan DPRD untuk dapat mengatasi dan juga mengurangi angka kemiskinan dengan program – program pengentasan kemiskinan orang Tanimbar.

Tindakan dan “Upaya Serta Solusi” kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar  yang harus dilakukan untuk mengatasi dan mengurangi angka kemiskinan sebagai berikut :

1. Menggerakan sektor real melalui sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan Program ini sangat efektif mengatasi masalah kemiskinan di Tanimbar, salah satunya adalah koperasi yang sudah dibentuk sekian tahun namun saat ini tidak berjalan secara maksimal.

2. Membuka lapangan kerja yang seluas – luasnya untuk mengurangi jumlah pengangguran, sebagai salah satu faktor penyebab utama di KKT.

3. Menghapuskan tindakan koruspsi yang membuat berbagai layanan masyarakat terhambat sehingga membuat masyarakat tidak dapat menerima haknya sebagai masyarakat. Akibatnya kemiskinan di Tanimbar semakin meningkat.

4. Hentikan pembangunan yang tidak menguntungkan masyarakat dan anggaran tersebut lebih dikerahkan untuk sektor ekonomi, pendidikan dan kesehatan sebagai dasar untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Tanimbar.

5. Pemda Kepulauan Tanimbar harus mampu Menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok dan menurunkan harga barang dengan kegiatannya adalah Lakukan Operasi Pasar 3 bulan sekali agar masyarakat memiliki kemampuan atau memiliki daya beli untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari.

6. Menyediakan beasiswa pendidikan bagi siswa miskin pada semua jenjang pendidikan, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, hingga perguruan tinggi.

7. Memberikan pelayanan kesehatan rujukan bagi keluarga miskin secara gratis.

8. Pemda Kepulauan Tanimbar harus  Mendirikan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk masyarakat yang tidak mampu agar memiliki bekal ilmu yang cukup untuk terjun ke dunia kerja.

Saat ini sudah banyak kritik, masukan, saran dan juga Berbagai upaya yang telah disampaikan dan secara perlahan – lahan dilakukan oleh pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan, tetapi strategi pembangunan yang kita anggap paling tepat sasaran untuk mengurangi angka kemiskinan yaitu harus melalui “Strategi Pemberdayaan kepada Masyarakat”, karena dengan melalu pemberdayaan kepada masyarakat maka akan dapat berpartisipasi, mulai identifikasi kebutuhan, proses perencanaan, perumusan program sampai kepada evaluasi program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat akan terwujud dengan baik.

Dari data yang diperoleh, untuk Provinsi Maluku Ada 11 Kabupaten/Kota dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar Menempati Posisi Paling TOP untuk tingkat kemiskinan tertinggi. Pada Hal hanya memiliki 10 kecamatan, 80 desa, 1 kemurahan dan 4 Dusun.

Bila di bandingkan dengan Kabupaten Baru yakni Maluku Barat Daya (MBD), menduduki peringkat ke-3 termiskin di Provinsi Maluku yang mana memiliki 18 kecamatan, 109 Desa dan 8 Dusun.

Kabupaten Kepulauan Tanimbar lagi menderita kanker otak stadium 4. Komeoterapi bukanlah solusi terbaik sebab hanya akan menambah penderitaan. Solusi radikalnya  otak lama diangkat ganti dengan otak baru.

Selain itu, KKT dalam kondisi hampir collaps (bangkrut). Prinsip-prinsip good and clean government tidak jalan. Pemda sebagai Regulator dan Agen Pembangunan pun telah gagal fungsi. KKT harus segera diselamatkan. Kalau bisa diusulkan untuk membuat Petisi dan minta Gubernur dan atau Mendagri mengambil alih managemen Pemerintahan dan Pembangunan  KKT demi menyelamatkan semua rakyat Tanimbar.

Penulis: Nikolas Frets Besitimur (Ketua DPD KPK TIPIKOR KKT)

SimpulRakyat.co.id adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Disarankan Untuk Anda