Mengenal Sosok Alfano Susu, Anggota DPRD Milenial Fraksi Demokrat Haltim

  • Whatsapp
Foto bersama Alfano Susu bersama istri dan anak usai pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan anggota DPRD Haltim, Senin (30/9/2019). (Foto: Istimewa)

SimpulRakyat.co.id, Halmahera Timur – Sebanyak 20 anggota DPRD Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) periode 2019-2024 dilantik Senin, (30/9/2019) yang lalu. Ke-20 wakil rakyat yang berasal keseluruhan dari 2 dapil ini dilantik di Gedung DPRD Haltim. Satu diantara 20 nama tersebut ialah Alfano Susu.

Pria bernama lengkap Alfano Weklif Susu, S.AP ini berasal dari dapil Haltim II. Pada usia 29 tahun ini adalah untuk pertama kalinya menjadi wakil rakyat Haltim. Ia berhasil meraih sebanyak 450 suara pada Pemilu 2019 mengalahkan rekan-rekannya di Partai Demokrat.

Muat Lebih

Alfano mengenyam pendidikan di Prodi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Manado pada tahun 2007. Meski tergolong muda dan milenial, Alfano rupanya suda tidak asing lagi dengan dunia politik.

Setelah lulus kuliah, tahun 2012 Alfano langsung bergabung ke partai Demokrat. Ia pun mencoba peruntungan mengikuti Pileg pada tahun 2014, namun belum terpilih. Meski demikian, dirinya memilih tetap aktif sebagai pengurus partai hingga mencalonkan kembali pada 2019 dan terpilih.

Saat ini Alfano merupakan Sekertaris OKK DPC Demokrat Haltim. Sebelumnya ia menjabat sebagai Ketua PAC Demokrat Kecamatan Maba. Kelihaian Alfano dalam berorganisasi juga bisa dilihat dari pengalamannya dalam memimpin sejumlah OKP, seperti menjadi Ketua Karang Taruna Kecamatan Maba dan saat ini aktif sebagai Ketua GAMKI DPC Haltim.

Ketika ditanya alasan dirinya terjun kedunia politik, Alfano mengungkapkan bahwa hal itu sudah terpikirkan olehnya sejak dibangku kuliah. Saat masih berstatus sebagai mahasiswa di Tondano, ia mengaku sering bersuara di jalan untuk menyampaikan aspirasi.

“Tetapi melihat perkembangan yang ada tidak bisa kalau kita cuman dipersimpangan jalan terus berteriak. Hal itu yang mendorong bahwa saya harus masuk didalam sistem untuk lebih bisa bersuara lebih keras lagi,” ujar Alfano, ketika diwawancara Reporter SimpulRakyat.co.id, via telepon, Selasa (9/10/2019).

Dalam perjalanan semasa pencalonan hingga setelah dilantik, Alfano mengakui bahwa tantangan terbesar baginya adalah pandangan masyarakat soal usia, pengalaman dilapangan dan dianggap belum pernah berbuat apa-apa. Namun menurutnya sebagai kaum milenial ia sudah memiliki komitmen sejak awal.

“Dengan komitmen bahwa kita sebagai generasi milenial, prinsip kita bahwa harus apa yang salah kita katakan salah yang benar katakan benar. Makanya kekuatan itu yang bisa membuat kita terlibat sejak awal meski belum menjabat,” tegas Alfano.

Kita, lanjut Alfano, sebagai representasi kaum milenial di DPR sudah pasti akan lebih militan dibandingkan anggota dewan senior yang sudah dua sampai tiga periode menjabat. Oleh karena itu dukungan para kaum muda dan masyarakat di kabupaten Haltim sangat kami butuhkan.

Terpilinya menjadi anggota dewan, Alfano mengaku, akan fokus untuk mendorong dan mengawal agar program yang dibuat pemerintah lebih berpihak kepada masyarakat. Karena menurutnya, banyak keluhan disampaikan masyarakat pada dirinya bahwa mereka kurang merasakan kehadiran program pemerintah.

“Kami akan betul betul memastikan apa yang direncanakan pemerintah melalui APBD yang bersentuhan dengan masyarakat betul-betul sampai ke masyarakat,” akunya.

Prinsipnya, kata Alfano, program prioritas yang akan ia dorong kedepannya adalah pada sektor pengembangan SDM. Karena menurutnya, dengan SDM yang unggul Haltim akan lebih cepat berkembang terutama di era teknologi sekarang.

“Lebih konkrit, dengan kekuatan yang ada dilegislatif, kami akan mendorong salah satunya soal beasiswa bagi masyarakat yang ambil pendidikan strata dua (S2), terutama non PNS, karena selama ini beasiswa S2 yang ada hanya khusus untuk PNS,” tandasnya.

Pasca dilantik ini, Alfano pun berharap agar masyarakat dapat memberikan kepercayaan penuh terhadap dirinya sebagai wakil rakyat. Ia juga meminta agar terus mengawasi apa pun yang dilakukannya kedepan. Serta tidak segan-segan untuk mengkritisi apabila dalam perjalanan ada kesalahan.

Reporter : Engel Maudul

Pos terkait