SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) di lingkungan Pemerintah Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkep, merupakan proses yang sudah terencana dengan tujuan untuk menjamin kesadaran setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai abdi negara.
Untuk kali pertama, Pemerintah Kecamatan Liukang Tupabbiring menggelar upacara hari kesadaran nasional yang berlangsung khidmat di Pulau Balang Lompo, Kelurahan Mattiro Sompe, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkep, Senin (17/2/2020).
Pada kesempatan ini, Camat Liukang Tupabbiring, Wahyuddin menegaskan, menjadi aparatur sipil negara salah satu bentuk tanggung jawab seorang abdi negara yang harus dijalankan secara ikhlas dan tulus, serta dilandasi rasa kasih dan sayang.
“Untuk itu, saya sebagai Camat Liukang Tupabbiring mengimbau kepada seluruh ASN di lingkungan kerja masing-masing agar senantiasa memberikan contoh dan teladan yang baik dalam setiap pekerjaan yang dilakukan, utamanya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” imbau Wahyuddin saat memimpin upacara tersebut.

Lanjut dikatakan Wahyudin, ASN serta aparat lainnya, baik itu dari kepolisian maupun TNI yang bertugas di wilayah kepulauan mempunyai tantangan yang cukup berat, sehingga terkadang memiliki hambatan dan sedikit tantangan untuk bekerja maksimal. Namun kata dia, selaku abdi negara dituntut untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat sesuai tugas, pokok dan fungsi (Tupoksi) masing-masing sektoral.
“Mari budayakan senyum, sapa, dan salam dalam setiap aktivitas kegiatan sehari-hari. Niat yang baik, setiap pekerjaan yang kita lakukan akan bernilai ibadah dan mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kepentingan masyarakat di wilayah Kecamatan Liukang Tupabbiring,” tutur dia.
Dikatakan pula, kemampuan bekerja sama dan saling mengenal merupakan salah satu karateristik utama yang dimiliki oleh seseorang yang berhasil. Oleh karena itu, dalam berbagai bidang pekerjaan dan pergaulan, kemampuan berkomunikasi, terutama membina hubungan baik dengan masyarakat sangat penting diterapkan sedini mungkin kepada setiap orang.
“Dengan melekatnya budaya senyum, sapa, dan salam dalam diri masing-masing, maka akan tercipta hubungan sosial yang baik antara sesama. Melalui senyum, sapa, dan salam kita dapat mempererat hubungan sosial, tercipta interaksi yang positif, dan menciptakan jejaring sosial yang luas,” tambanya.

Selain itu, upacara Hari Kesadaran Nasional yang rutin diperingati setiap tanggal 17 setiap bulan ini memiliki makna yang sangat penting, selain untuk memantapkan kualitas pengabdian, serta meningkatkan kecintaan kepada bangsa dan negara, juga merupakan salah satu wujud nyata pelaksanaan tugas dan tanggung jawab selaku aparat ASN, kepolisian maupun TNI.
“Pada saat ini saya tekankan kepada kita semua selaku aparat pelayan masyarakat, mari kita lebih tingkatkan disiplin dalam bekerja, terutama disiplin diri kita sendiri. Tingkatkan loyalitas dan kepekaan kita terhadap pimpinan dan lingkungan sekitar kerja kita,” tegas dia.
Selaku aparat, kata Wahyuddin, juga harus pandai mencerna informasi yang diterima, baik dari media sosial maupun dari informasi lainnya, sehingga bisa meluruskan berita dan informasi tersebut ke masyarakat.
“Jaga nama baik pimpinan kita. Bagi pihak Kelurahan agar lebih kreatif dalam bekerja, terutama dalam melayani masyarakat,” pintanya.
Di akhir sambutannya, Camat Liukang Tupabbiring mengajak seluruh peserta upacara untuk tetap solid dan bekerjasama dalam menjalankan tupoksi masing-masing.
“Saya selaku camat sengaja keliling wilayah, bukan berarti mau dikatakan sok aksi, atau sok aktif, tapi hal itu semata-mata ingin menjalan amanah sebagai pimpinan wilayah untuk menjalanlan fungsi dan tanggungjawab sebagai pembina pemerintahan di wilayah Kecamatan Liukang Tupabbiring. Olehnya itu, mari kita bekerjasama dan sama-sama bekerja, semua untuk satu, satu untuk semua,” kunci Wahyuddin.
Upacara hari kesadaran nasional yang berlangsung khidmat ini diikuti perosnil Koramil Kecamatan Liukang Tupabbiring, pegawai Puskesmas Balang Lompo, para guru dan kepala sekolah, staf pemerintah kecamatan, dan staf pemerintah kelurahan Mattiro Sompe. (Red)


Tinggalkan Balasan