SimpulRakyat.co.id, Makassar – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkep menyusun Rencana Strategis (Renstra) 2025-2029 dalam kegiatan yang digelar di Regency Hotel, Makassar, pada 23–24 Agustus 2025.

Penyusunan Renstra ini menghadirkan tiga pemateri serta tim penyusun dari internal dinas.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkep, Muhiddin, menutup kegiatan tersebut mewakili Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, yang berhalangan hadir.

“Bupati mengamanahkan kepada saya selaku Kepala Dinas Perpustakaan untuk menutup acara ini yang sudah dilaksanakan selama dua hari. Beliau menyampaikan apresiasi atas komitmen kita dalam penyusunan rencana strategis ini,” ujar Muhiddin saat penutupan acara, Minggu (24/8/2025).

Menurut Muhiddin, bupati berharap dokumen Renstra ini dapat menjadi pedoman dalam kerja-kerja dinas selama lima tahun mendatang.

“Bupati Pangkep berharap agar kerja-kerja kita semakin berkualitas dan efektif. Rencana strategis ini diharapkan menghasilkan dokumen yang dapat menjadi pegangan dalam perubahan kita selama lima tahun ke depan,” katanya.

Muhiddin menekankan, penyusunan Renstra tidak lepas dari sejumlah tantangan, khususnya terkait data dan parameter yang akan dijadikan pedoman.

“Masih banyak hal yang perlu kita benahi, terutama terkait dengan parameter. Diakui, persoalan data menjadi tantangan tersendiri. Dengan evaluasi ini, kita harapkan output yang lebih berkualitas di bidang perpustakaan dan kearsipan,” ujarnya.

Sejak awal bertugas, Muhiddin melihat banyak persoalan kompleks di bidang kearsipan. Ia menilai perlu adanya regulasi yang baik, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas, serta penguatan pengawasan dan pembinaan.

“Pembinaan kearsipan harus menjangkau setiap perangkat daerah, bahkan sampai tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan, dengan tenaga profesional yang sesuai. Koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat juga perlu diperkuat,” katanya.

Di sisi lain, layanan perpustakaan disebut mengalami peningkatan. Namun, Muhiddin menegaskan minat baca masyarakat masih harus terus ditumbuhkan melalui program yang lebih besar dan terarah.

“Layanan seperti ruang baca, ruang anak, ruang disabilitas, ruang milenial, serta ruang kegiatan umum akan kita bedah dalam lima tahun ke depan,” tuturnya.

Program yang disusun juga akan diselaraskan dengan visi-misi Pemerintah Kabupaten Pangkep, yaitu penguatan nilai kebudayaan dan literasi budaya.

“Ini bukan hanya soal literasi baca-tulis atau aksara latin, tetapi juga penguatan budaya daerah,” ujar Muhiddin.

Menurutnya, seluruh rencana tersebut akan diimplementasikan melalui jaringan kerja yang disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.

“Penyempurnaan rencana strategis ini masih membutuhkan waktu, dan kita akan terus berkoordinasi dengan tim dari berbagai bidang. Apa yang kita lakukan ini tentu jauh dari sempurna, tetapi dengan identitas bersama, kita akan menghasilkan dokumen yang lebih baik lagi,” katanya.

Pada akhir sambutan, Muhiddin menyampaikan apresiasinya kepada tim penyusun yang telah bekerja keras selama dua hari kegiatan berlangsung.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tim Penyusun Rencana Strategis 2025-2029 yang telah bekerja keras dalam proses penyusunan ini,” pungkasnya.