SimpulRakyat.co.id, Luwu – Upaya meningkatkan keselamatan kerja, efektivitas operasional, serta mendukung profesionalisme personel di lapangan, Polres Luwu melalui Bagian Logistik menggelar supervisi dan penertiban kendaraan dinas serta pengecekan barang inventaris, Jumat (9/5/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung Kepala Bagian Logistik (Kabag Log) Polres Luwu, AKP Samuji, bersama Kasubbag Fasilitas dan Kendaraan (Faskon), AKP Cecep Hudaya, serta sejumlah personel lainnya.

Tim melakukan pengecekan terhadap kendaraan dinas roda dua dan empat yang digunakan oleh Polsek-polsek di bawah naungan Polres Luwu, termasuk Polsek Larompong, Suli, dan Belopa.

“Pemeriksaan ini kami lakukan secara menyeluruh, mulai dari kondisi fisik kendaraan hingga kelayakannya untuk operasional. Ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk memastikan bahwa seluruh sarana pendukung tugas berada dalam kondisi aman dan layak pakai,” ujar AKP Samuji.

Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di tujuh Polsek lainnya, yakni Polsek Lamasi, Walenrang, Bastem, Bua, Bupon, Ponrang, dan Bajo. Dengan tuntasnya pengecekan di tiga Polsek terakhir hari ini, proses supervisi telah mencakup seluruh 10 Polsek di jajaran Polres Luwu.

Dalam pengecekan tersebut, kendaraan yang mengalami kerusakan berat dan masih dapat diperbaiki langsung dibawa ke Mapolres Luwu untuk penanganan lebih lanjut. Adapun kendaraan yang dinilai tidak layak dan berpotensi membahayakan keselamatan anggota maupun masyarakat akan diusulkan untuk dihapus sesuai prosedur yang berlaku.

Tak hanya kendaraan, tim juga melakukan pengecekan terhadap fasilitas asrama Polsek serta barang-barang inventaris penting, termasuk senjata api laras pendek yang digunakan personel dalam tugas operasional. Pemeriksaan meliputi aspek kelengkapan administrasi, izin pinjam pakai, serta kondisi psikologis pemegang senjata.

AKP Samuji menambahkan bahwa ke depan, pihaknya akan menerapkan sistem kontrol ketat terhadap penggunaan senjata api.

“Setiap personel wajib menjalani pemeriksaan administrasi dan tes menembak setiap tiga bulan. Ini bagian dari peningkatan kedisiplinan serta untuk memastikan senjata digunakan secara tepat dan bertanggung jawab,” pungkasnya. (**)