SimpulrlRakyat.co.id, Sidrap – Seminar kebangsaan dengan mengusung tema “Peran Mahasiswa dalam Menjaga Nilai-nilai Kebangsaan di Era Digital” diselenggarakan di auditorium H Zaini Razak, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Kecamatan Panca Rijang, Lotang Salo, Kabupaten Sidrap, Sabtu (21/01/2023) lalu.
Kegiatan tersebut dilaksanakan Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan (Himposip) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum (Himapsih) Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Parepare.
Ketua Umum Himposip, Muh Zulfadly MJ juga sebagai penyelenggara kegiatan menjelaskan, kegiatan itu diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi.
“Kegiatan seminar kebangsaan ini menghadirkan sekitar 150 peserta yang berasal dari berbagai organisasi kemahasiswaan di Kabupaten Sidrap dan juga menghadirkan peserta dari Parepare,” ungkapnya.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber, antara lain pemerhati budaya Kabupaten Sidrap Karlin Kati, Dandim 1420/Sidrap Letkol Inf Andika Ari Prihantoro, dan akademisi Dr Ikhwan Sawati.
Saat membuka acara ini, Kaprodi Ilmu Pemerintah UMS, Abd Jabbar menyampaikan, melalui kegiatan seperti ini mampu merawat nilai-nilai kebangsaan.
“Kegiatan seminar kebangsaan ini menjadi ajang untuk membangkitkan kembali semangat generasi muda terutama di kalangan mahasiswa dalam merawat nilai – nilai kebangsaan,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Letkol Inf Andika Ari Prihantoro menyampaikan agar para mahasiswa memiliki karakter dan idealisme, sehingga tidak terpengaruh terhadap hal-hal yang negatif.
“Para mahasiswa tetap memiliki idealisme dan karakter jangan mudah terpengaruh terhadap hal negatif yang akhirnya akan merugikan diri sendiri maupun keluarga,” jelasnya.
Masih di tempat yang sama, Karlin Kati mengapresiasi kepedulian para mahasiswa terhadap budaya, sadar akan peran mahasiswa dalam menghadapi era digitalisasi saat ini.
“Agar pelaksanaan seminar ini bukan hanya sekadar ceremonial belaka, tetapi diikuti dengan aksi dan kegiatan positif, agar generasi muda dapat hidup, berkembang dan sukses ditengah zaman serba modern yang sarat dengan penggunaan digital, tetapi tidak meninggalkan budayanya sebagai identitas Bugis dan identitas bangsa Indonesia,” harapnya.
Sementara itu, Dr Ikhwan Sawati mendorong generasi muda untuk memanfaatkan teknologi dengan bijak di era digital agar informasi yang disebarkan bernilai positif.
“Generasi muda, khususnya para pelajar dan mahasiswa dapat menemukan reorientasi gerakan kolektif kembali pada kesadaran berliterasi yang diterjemahkan sebagai sikap totalitas dan kritis pada era serba digital hanya melalui kolektifitas itu, kaum muda bisa mengimbangi aneksasi di era digital,” tutupnya.
Di akhir acara ini dilakukan penyerahan sertifikat kepada para pemateri yang hadir, serta pemberian sertifikat antara Himposip dengan Himapsih sebagai bentuk terimakasih atas kolaborasinya di kegiatan tersebut.


Tinggalkan Balasan