SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Komando Daerah Militer (Kodam) XIV/Hasanuddin bersosialisasi cegah dan tangkal Radikalisme atau separatisme pada kalangan siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA). Melalui media Video Konferensi (vikom) kegiatan ini dibuka oleh Panglima Daerah Militer (Pangdam) XIV/Hsn Mayjen TNI Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki.
Kegiatan yang dihadiri langsung Komandan Distrik Militer (Dandim) 1421/Pkp Letkol Inf Hengky Vantriardo dan Batih Ter Dim 1421/Pkp Sertu Hermansyah dan peserta dari SMK Muhammadiyah, SMKN 3 Pangkep, SMAN 11 Pangkep, SMKN 7 Pangkep dan SMKN 1 Pangkep, berlangsung di Baruga Bela Negara Kodim 1421/Pangkep Jl Bambu Runcing, Kelurahan Paddoang-doangan, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Senin (22/8).
Pangdam XIV/Hsn Mayjen TNI, Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki mengatakan, generasi muda dapat tumbuh sikap Moderasi Beragama yang dapat memperkokoh toleransi antar umat beragama.
“Sebagai generasi muda dapat tumbuh sikap Moderasi Beragama yang memiliki karakter unggul dan Jiwa Kebhinekaan yang tangguh untuk memperkokoh toleransi antar umat beragama sehingga dapat menangkal berkembangnya paham radikalisme/Separatisme guna mendukung Ketahanan Wilayah yang kuat dalam rangka tetap tegaknya NKRI. Sebagai generasi penerus perjuangan bangsa para siswa hendaknya membangun Komitmen dan kesadaran untuk bersatu malalui dunia pendidikan yang berkarakter,” tegasnya.
Setelah itu, Dandim 1421/Pangkep Letkol Inf Hengky Vantriardo mengatakan dihadapan sekitar 50 Siswa /Siswi perwakilan sekolah menegah se Kab. Pangkep, Dandim 1421/Pangkep juga menyampaikan bahwa peran pelajar dapat digunakan dalam upaya menangkal radikalisme.
“Peran pelajar yang dapat digunakan dalam upaya menangkal radikalisme/Separatisme usia dini di kalangan siswa atau pelajar untuk meningkatkan nilai-nilai kebangsaan diantaranya turut memerangi bahaya narkoba, mewaspadai dan menolak keterlibatan dalam kelompok-kelompok yang membawa paham radikalisme agama di sekolah,” jelasnya.
Lanjut dikatakan, paham Radikalisme yang harus di cegah dalam pembahasan ialah bertujuan merubah ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila , seperti yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
“Untuk menjaga tetap tegak dan utuhnya wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dibutuhkan kesadaran tentang pentingnya kerjasama antar segenap komponen bangsa dalam pemahaman bahaya radikalisme atau separatisme utamanya Siswa/Siswi sebagai penerus Bangsa,” terangnya.
Diketahui, tujuan dilaksanakan kegiatan ini untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan seluruh komponen bangsa, dalam rangka terwujudnya saling pengertian tentang peran, fungsi dan tugas masing-masing, bahkan diharapkan mampu mewujudkan suatu kemampuan komponen bangsa dalam ikut mengantisipasi Radikalisme/Separatisme dalam perkembangan kondisi sosial yang pesat sehingga sedini mungkin dapat menghindari munculnya berbagai permasalahan yang akan terjadi.
“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mewujudkan komponen bangsa yang mempunyai daya tangkal untuk mengantisipasi dan mencegah terhadap muncul atau masuknya paham radikalisme/separatisme dilingkungan tempat tinggal masing masing, kita semua harus peka dan peduli terhadap perkembangan kondisi sosial disekitar, sehingga dapat membantu memberikan informasi keamanan kepada Babinsa,” pungkas Letkol Inf Hengky Vantriardo. (*)


Tinggalkan Balasan