SimpulRakyat.co.id, Tobelo Halmahera Utara – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di desa Gamsungi kecamatan Tobelo (Senin, 30/08) siang tadi, yang awalnya berlangsung aman dan tertib, berubah menjadi keributan antara pemilih dengan Panitia Pemilihan Kepala Desa.
Kejadian ini dipicu, pukul 14.00 oleh panitia, menutup secara resmi kegiatan pencoblosan. Sementara, masih banyak masyarakat yang belum menggunakan hak suaranya.
Masyarakat beralasan, belum menggunakan hak suaranya, karena tidak memiliki undangan dan namanya juga tidak tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).
“Bagaimana kong so tutup. Kami bukannya tidak mau mencoblos, tetapi karena kami belum mendapatkan surat undangan untuk mencoblos,” keluh beberapa anak muda yang terlibat adu argument dengan pihak Panitia Pemilihan Kepala Desa.
Mereka juga menyayangkan kinerja dari panitia.
“Kami tidak ada nama dalam DPT, ini yang mau kami tanyakan. Kami sudah lama berdomisili di desa ini, ada yang 5 sampai dengan 20 tahun, masakan nama kami tidak ada. Sementara, yang lain baru 7 bulan berdomisili, namanya sudah masuk,” ketus salah satu anak muda dengan nada yang keras.
Melihat kejadian ini, sontak Camat Tobelo, Aswin Lahiaro yang berada di lokasi pemilihan, langsung mencoba menenangkan masyarakat pemilih yang melakukan aksi protes.
Didampingi 6 orang Calon Kepala Desa dan Panitia Pemilihan, Aswin langsung mengambil sikap melakukan pertemuan yang bersifat mendadak di kantot Camat Tobelo.
Sementara hasi pertemuan yang digagas oleh Camat, menghasilkan keputusan, bertahan pada komitmen panitia yaitu, menghentikan pemilihan kepala desa dengan alasan waktu dan aturan yang telah disepakati bersama dengan para calon.
Beruntung saja, setelah dijelaskan secara detail, masyarakat pemilih akhirnya mau mendengarkan apa yang disampaikan oleh Camat.
Sekadar diketahui, untuk DPT desa Gamsungi 3.978. Sementara surat suara tambahan 179. Jadi, jumlah surat suara total adalah 4.177.
Sementara yang ikut dalam kontestasi Pilkades, sebanyak 5 orang diantaranya, Hasan Amin, Pieter Kalamu, Albert Belianali, Muhamadong Sabaha dan Kristofel Tobelo.
Reporter: Reynold


Tinggalkan Balasan