SimpulRakyat.co.id, Luwu – Bupati Luwu, Patahudding, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Luwu. Kegiatan berlangsung di Aula Rumah Jabatan Bupati Luwu, Sabtu (25/04/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa perangkat desa merupakan ujung tombak pemerintahan yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Ia menekankan pentingnya tata kelola administrasi desa yang baik, khususnya peran sekretaris desa dalam mendukung jalannya pemerintahan.

Bupati memaparkan sejumlah program prioritas daerah. Salah satunya adalah program Bioproduksi (Biopro) dari Kementerian yang menargetkan 100 desa dengan anggaran sekitar Rp700 juta per desa yang dikelola melalui Koperasi Desa Merah Putih.

“Saat ini baru sekitar 20 desa yang mendaftar. Kita ingin melihat desa bergerak dan roda ekonominya berputar. Perlu dukungan dan respons aktif dari seluruh perangkat desa,” ujarnya.

Di sektor pertanian, Pemkab Luwu juga mendorong pengembangan komoditas unggulan melalui bantuan Kementerian Pertanian berupa bibit kakao sebanyak 8 juta pohon dan bibit pala untuk 500 hektare, meski masih membutuhkan tambahan lahan sekitar 1.000 hektare.

Komitmen di Bidang Sosial dan Pelayanan
Di bidang kesehatan, Pemerintah Kabupaten Luwu telah menerapkan program Universal Health Coverage (UHC) prioritas, di mana masyarakat cukup menggunakan KTP dan KK untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Sementara di sektor pendidikan, meski anggaran mengalami penyesuaian, Bupati tetap berkomitmen merealisasikan program seragam sekolah gratis lengkap dengan tas dan sepatu bagi siswa.

Untuk pelayanan publik, Mall Pelayanan Publik (MPP) di wilayah Walmas kini telah beroperasi optimal. Bahkan, masyarakat di Kecamatan Walenrang Barat kini sudah dapat mencetak KTP tanpa harus datang ke ibu kota kabupaten di Belopa.

Tidak kalah menarik, Bupati juga mengungkapkan program kebersihan “ASRI” yang akan disertai lomba kebersihan antar wilayah dengan hadiah bantuan keuangan.

Selain itu, ada program istimewa berupa pemberangkatan umrah bagi 50 imam desa yang akan dipilih berdasarkan tingkat keaktifan jamaah, khususnya dalam melaksanakan salat subuh berjamaah.

“Baik tidaknya administrasi desa itu tergantung dari Bapak Ibu sekalian. Saya titipkan Kabupaten Luwu kepada kita semua agar bisa maju melalui kerja bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PPDI Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan apresiasi dan menyebut Luwu sebagai barometer organisasi di tingkat provinsi. Ia mengajak seluruh perangkat desa aktif berorganisasi untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan kapasitas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, Ketua DPRD Kabupaten Luwu, Ahmad Gazali, serta Ketua Apdesi Kabupaten Luwu.