Jakarta, SimpulRakyat.co.id – Masalah klasik yang sering menimpa pemilik konter pulsa adalah saldo yang tiba-tiba hilang atau aplikasi yang tidak bisa diakses saat dibutuhkan. Adam Garu, praktisi yang mengelola operasional Dermaga Reload, mengungkapkan fakta pahit bahwa saat ini siapa pun bisa membuat server pulsa hanya bermodalkan satu unit komputer dan software murahan hasil download di internet.
Menurut Adam, kemudahan teknologi ini justru menjadi jebakan bagi pengguna jika pengelolanya hanya bermodal nekat tanpa sistem manajemen yang jelas.
“Membuat server itu gampang, tapi mengelolanya agar aman itu yang mahal. Banyak orang beli software sejuta-dua juta, instal di komputer sendiri, lalu buka pendaftaran. Masalahnya, kalau pemiliknya bermodal minim, saat sistem mereka macet atau terserang gangguan, mereka tidak punya infrastruktur cadangan. Akhirnya, uang deposit milik mitra yang jadi korbannya,” tegas Adam saat ditemui di kantornya.
Berdasarkan pengalamannya bertahun-tahun di lapangan, Adam menegaskan bahwa pengelolaan aplikasi skala nasional tidak bisa dilakukan secara amatir atau perorangan. Ia memastikan bahwa operasional Dermaga Reload berdiri di atas infrastruktur teknologi dan server resmi milik PT Pejuang Mandiri Kreatif.

“Kami tidak menggunakan sistem rakitan yang dikelola sendirian. Di Dermaga Reload, kami punya tim IT khusus dan CS yang standby 24 jam. Ini penting, karena ada banyak aplikasi yang owner-nya merangkap jadi CS. Kalau owner-nya lagi tidur atau lagi di jalan, siapa yang mau urus komplain mitra? Pengelolaan yang tidak tertata seperti itu sangat berbahaya bagi kelangsungan modal konter,” tambahnya.
Adam juga mengingatkan mitra untuk selalu waspada terhadap tujuan transfer deposit. Rekening atas nama pribadi adalah indikator paling nyata bahwa sistem tersebut belum memiliki legalitas perusahaan yang kuat.
“Kami ingin konter pulsa naik kelas dengan aman. Itulah mengapa fitur Logistik Nasional, Transfer Antarbank, dan QRIS di Dermaga Reload kami bangun di atas ekosistem yang legal, kuat, dan transparan. Keamanan saldo mitra adalah harga mati bagi kami, bukan sekadar janji harga murah modal nekat,” pungkas Adam. (**Hasbi).


Tinggalkan Balasan