SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Ketua DPRD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Haris Gani, menyoroti secara serius persoalan kemiskinan yang masih tinggi di wilayahnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, angka kemiskinan di Kabupaten Pangkep mencapai 12,41 persen.

Menanggapi hal ini, Haris menegaskan pentingnya penanggulangan kemiskinan yang terkoordinasi dan menyeluruh, serta melibatkan semua elemen pemerintahan dan masyarakat.

“Yang perlu kita lakukan sekarang adalah memastikan semua stakeholder termotivasi dan benar-benar serius untuk keluar dari posisi ini,” kata Haris Gani dalam keterangannya di Pangkep, Senin (19/5/2025).

Menurutnya, salah satu kendala utama yang masih dihadapi dalam upaya pengentasan kemiskinan adalah persoalan akurasi data penerima bantuan sosial.

Dia menekankan bahwa program bantuan pemerintah tidak akan berdampak optimal jika masih banyak data yang tidak valid.

“Percuma banyak program bantuan kalau data kita masih bermasalah. Banyak masyarakat yang seharusnya dapat bantuan justru tidak tersentuh, sementara yang tidak layak malah mendapatkannya,” ujarnya.

Untuk itu, Haris mendorong agar para pemangku kepentingan di Pangkep lebih aktif berkoordinasi dengan BPS sebagai lembaga yang memiliki kompetensi teknis dalam pengelolaan data sosial ekonomi.

“Suka tidak suka, pemangku kepentingan di Pangkep harus lebih banyak berdiskusi dan meminta pandangan dari BPS. Kita perlu tahu apa yang harus diimplementasikan agar program itu betul-betul berdampak langsung terhadap penurunan angka kemiskinan,” tambahnya.

Haris juga menekankan pentingnya diagnosa kebijakan yang tepat sebelum menyusun intervensi program.

“Kalau penyakit tidak didiagnosa oleh dokter ahli, bisa-bisa sakitnya di gigi tapi obat sakit kepala yang diberikan. Tidak nyambung. Ini juga yang terjadi dalam penanganan kemiskinan kita,” jelas Haris.

Selain itu, ia turut menyoroti tantangan geografis Pangkep sebagai daerah kepulauan yang memiliki wilayah-wilayah sulit dijangkau. Hal ini, menurutnya, menjadi salah satu hambatan dalam menyentuh langsung masyarakat miskin di pelosok.

Meski menghadapi banyak tantangan, Haris tetap optimis. Ia menyebut bahwa Kabupaten Pangkep memiliki sumber daya alam yang cukup melimpah, namun membutuhkan formulasi kebijakan yang tepat agar bisa memberi dampak langsung bagi pengurangan angka kemiskinan.

“Faktanya, masih banyak program yang tidak menyentuh kontribusi langsung terhadap pengentasan kemiskinan. Kita harus jujur dan mau belajar. Potensi kita besar, tapi butuh strategi yang benar dan kebijakan yang berdampak langsung,” pungkasnya. (*)